Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana, menyatakan bahwa di masa kesiapsiagaan COVID-19, maka jemaah haji yang tiba di tanah air akan dilakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang berlaku.
Apa yang menjadi konsern utama masyarakat saat ini adalah masalah terjaminnya kebutuhan pokok. Sebesar 43 persen masyarakat menyatakan pemerintah harus mampu mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok.
Plh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Kementerian Agama (Kemenag), Susari mengingatkan, rangkaian ibadah haji tahun ini masih berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19.
Plh. Dir. Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI, Susari meminta keluarga atau kerabat penjemputan jemaah haji penuhi protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menkes akan membekukan bahkan mencabut izin operasional semua laboratorium (Lab) pemeriksaan tes Covid-19, bagi yang tidak memasukan hasil tes PCR ke dalam sistem New All Record
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan kasus Covid-19 di Indonesia naik mencapai 2.149 kasus positif. Sementara sebanyak 1.282 pasien dilaporkan sembuh dalam 24 jam terakhir.
Tim kesehatan haji membagikan masker kepada jemaah agar mereka lebih mewaspadai penularan Covid-19. Sebab protokol kesehatan tetap harus dijalani di Arab Saudi.
Dalam sepekan, positivity rate Jakarta mencapai 7,6 persen. Hal ini melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penambahan kasus harian Covid-19 per hari ini mencapai 1.264 kasus baru. Angka ini naik 736 kasus dibandingkan kemarin.
Saat ini, pertemuan tatap muka dan mobilitas masyarakat sudah mulai normal kembali. Namun, hal ini dianggap bisa berbahaya tanpa adanya pengendalian dan pelaksanaan disiplin prokes.
Endemi Covid-19 semakin panjang setelah munculnya Omicron varian baru, BA4 dan BA5. Vaksinasi dinilai menjadi solusi ampuh mencegah penularan virus tersebut.