Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama produk halal melalui pertemuan BPJPH dan MAFF. Fokus utama adalah standardisasi dan sertifikasi halal, dengan lima LHLN Jepang menjalin kerja sama. Kesepakatan ini membuka peluang besar bagi produk halal Jepang di pasar Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan industri halal global.
Sandiaga Uno memuji HNI atas perannya dalam mengembangkan industri halal Indonesia. Dengan 5 juta mitra, HNI mendorong konsumsi produk kreatif halal dalam negeri. Tren global menunjukkan potensi pasar muslim yang besar. Sandiaga mengajak HNI untuk go public dan mengoptimalkan digitalisasi, demi kesejahteraan yang lebih luas.
Universitas Brawijaya memimpin revolusi halal di Kasembon, Malang. Melalui kemitraan inovatif, 56 UMKM lokal kini siap menghadapi tenggat sertifikasi halal 2024. Dengan bantuan ahli dan teknologi, produk lokal menembus pasar nasional. Inisiatif ini tidak hanya mematuhi UU Jaminan Produk Halal, tapi juga memberdayakan ekonomi desa, menciptakan model kerjasama universitas-masyarakat yang inspiratif.
Perjanjian halal Indonesia-Italia membuka era baru perdagangan produk halal di Eropa. Kerjasama ini menjembatani pasar Muslim terbesar dengan negara Eropa, menjamin standar halal internasional. Konsumen Muslim kini bisa lebih percaya pada produk Italia, sementara produsen Italia mendapat akses ke pasar Indonesia yang luas. Langkah ini mencerminkan evolusi konsep halal menjadi standar kualitas global yang universal.
Kahf telah membuktikan diri sebagai pionir dalam industri kosmetik halal pria di Indonesia. Dengan komitmen pada kualitas, inovasi, dan kehalalan, Kahf berhasil merebut hati konsumen dan memimpin pasar. Kesuksesan Kahf menunjukkan bahwa produk halal lokal mampu bersaing dan unggul di pasar global, membuka jalan bagi perkembangan industri kosmetik halal di masa depan.
Indonesia memimpin wisata halal dunia, didukung sertifikasi halal masif dan infrastruktur ramah muslim. Keberagaman destinasi, teknologi pendukung, dan promosi internasional menjadi kunci sukses. Tantangan pemerataan fasilitas dan edukasi pelaku industri masih ada. Namun, dengan kolaborasi pemerintah dan swasta, Indonesia optimis mempertahankan posisi terdepan pariwisata halal global.
PT Tirta Prima Indonesia, produsen minuman ringan berkarbonasi, Green Sands, terus berkomitmen untuk menjaga eksistensinya agar dekat dengan masyarakat Indonesia.
Prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) dengan Pendamping Proses Produk Halal
Indonesia dan Singapura melakukan perjanjian kerja sama atau MoU Jaminan Produk Halal (JPH). Sinergi ditandai dengan penandatanganan MoU on Cooperation in the Quality Assurance
Pemerintah mengakselerasi sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman di destinasi wisata. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
Pemerintah Republik Oriental Uruguay menjajaki kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH) dengan Pemerintah Republik Indonesia. Penjajakan sinergi tersebut dilakukan melalui kunjungan Duta Besar Republik Oriental Uruguay untuk Indonesia Cristina Gonzles ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.