Di antara para malaikat ada malaikat yang sangat dekat kedudukannya kepada Allah taala: al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah).
Kisah tentang malaikat yang telah diberi syahwat oleh Allah SWT, Harut dan Marut, terdapat dalam al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 102. Hanya saja, kisah-kisah yang disampaikan para mufassir berbeda-beda.
Salah satu keberkahan dan rahmat dari Allah SWT yang didapat sebuah rumah adalah didatangi oleh malaikat. Islam mempercayai rumah yang didatangi Malaikat Rahmat merupakan rumah yang sangat beruntung.
Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan, tujuan dua malaikat ini sebenarnya adalah untuk mengajari manusia membedakan antara sihir dan mukiizat. Selain itu supaya mereka tahu bahwa ahli sihir yang mengaku nabi secara dusta sebenarnya adalah tukang sihir, bukan nabi.
Salah satu riwayat mengenai malaikat yang ada di pundak kanan dan kiri setiap manusia. Lalu, apakah riwayat-riwayat itu benar? Bagaimana Al-Qur'an membicarakan tentang nama dan tugas malaikat? Begini penjelasan pakar tafsir Al-Qur'an Prof. Quraish Shihab.
Beriman kepada malaikat adalah mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat yang diberi tugas untuk mengatur alam dan mengurus perjalanan alam semesta dan tugas tertentu lainnya.
Ada ciri-ciri rumah yang tak akan dimasuki malaikat. Ini merupakan pesan Nabi SAW agar hunian umat Islam tidak sampai diisi makhluk seperti jin dan setan.
Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat kesyirikan, salah satunya jimat. Benda-benda ini tanpa disadari ada di dalam hunian seorang muslim.
Ada benda cantik yang bisa dipajang di rumah, namun ummat Islam harus berhati-hati, karena bisa menjadi penghalang malaikat masuk ke dalam rumah tersebut.