Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita sebagai seorang yang bersyukur. Tetapi kemampuan untuk bersyukur yang menjadikan kita sebagai pribadi yang berbahagia.
Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan kebahagiaan diberikan Allah SWT hanya kepada orang yang qanaah, bukan pada hamba yang banyak keinginan.
Mayoritas manusia terjebak di dalam kebahagiaan fisik, yang merupakan kebahagiaan terendah di alam semesta, karena memang semua manusia pernah merasakan kebahagiaan fisik ini.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat mengatakan, sebagai umat muslim tidak cukup hanya mampu membaca Al-Qur'an saja, melainkan juga memahami dan mengamalkan isi dalam Al-Qur'an agar mendapatkan kebahagiaan dari Allah SWT.
Umat Islam tidak boleh mengeluh terhadap problema dan ujian yang hadir dalam rumah tangga. Sebab, ujian hidup ini merupakan jalan untuk mendapatkan kebahagiaan.
Seorang suami memiliki kewajiban menggauli istrinya dengan baik. Jika tanggung jawab sudah terabaikan, maka lahirlah ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
Rasulullah sangat bagus dalam menjalin pergaulan, murah senyum, bercengkrama dengan keluarga, bersikap lemah lembut terhadap mereka, memberikan nafkah, bahkan mengajak bercanda.
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga (QS. Ar Rahman: 46). Para ulama saat menafsirkan ayat di atas mengatakan, seorang hamba mustahil mendapatkan surge akhirat jika tidak mampu ciptakan surge dunia.