Sistem hukum Islam menetapkan iman sebagai syarat mutlak diterimanya amal shalih. Tanpa adanya iqrr hati yang diaktualisasikan melalui perbuatan, seluruh aktivitas kebajikan runtuh dan dinilai tidak sah di hadapan mahkamah akhirat.
Ibadah salat menghasilkan kesadaran kosmis mengenai kekecilan manusia di hadapan Pencipta. Paradigma teosentris ini menjadi modal utama untuk meruntuhkan kesombongan materialisme sekaligus menegakkan emansipasi sosial yang gagal diwujudkan oleh sistem hukum sekuler Barat.
Ibadah sering kali dipersempit sebatas ritus formal di atas sajadah. Padahal cakupannya menyentuh seluruh aspek kehidupan, dari urusan hati hingga manifestasi sosial yang tunduk pada aturan ketat syariat.
Idulfitri bukan sekadar garis finis ritual tahunan, melainkan transisi menuju istiqamah. Perayaan ini adalah bentuk ibadah melalui rasa syukur yang terukur, menjauh dari euforia hampa dan bidah.
Syaikh Bin Baz menegaskan bahwa upacara peringatan Nisfu Syaban adalah bidah yang tidak berlandaskan dalil shahih. Beliau mengajak umat untuk konsisten pada sunnah dan waspada terhadap riwayat palsu.
Syaikh Bin Baz membedah fenomena ritual Nisfu Syaban sebagai bidah yang tak berlandaskan dalil shahih, menekankan pentingnya kemurnian ibadah hanya berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah.
Mempertemukan hadis larangan puasa pertengahan Syaban dengan anjuran memperbanyaknya. Ternyata, larangan berlaku bagi yang baru memulai, sementara bagi yang terbiasa, pintu sunnah tetap terbuka lebar.
Para ulama menakar anjuran puasa Syaban antara riwayat sebulan penuh dan sebagian besar hari. Hikmahnya: Syaban adalah bulan pelaporan amal di tengah kelalaian manusia sebelum Ramadan tiba.
Puasa tiga hari setiap bulan adalah wasiat Nabi yang tetap berlaku di bulan Syaban. Larangan puasa pertengahan bulan tidak menyasar mereka yang sudah terbiasa menjalankan rutinitas ibadah sunnah.
Syaban adalah waktu pelaporan amal tahunan ke langit. Di tengah kelalaian manusia antara Rajab dan Ramadan, Rasulullah mencontohkan intensitas puasa sunnah dan pelunasan utang ibadah sebagai persiapan akhir.
Larangan puasa setelah pertengahan Syaban menjadi rambu agar fisik umat tak loyo saat menyambut Ramadan. Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa, pintu puasa sunnah tetap terbuka hingga batas akhir.
Terletak di antara Rajab dan Ramadan, Syaban kerap menjadi bulan di mana manusia lalai. Padahal, inilah masa angkat amal tahunan dan waktu di mana Rasulullah paling banyak melakukan puasa sunnah.