Hanifah menjelaskan, penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak di usia 16 tahun, tetapi lebih banyak pada usia di bawah 10 tahun. Menurut dia, jika dibiarkan penyakit ini akan berkembang menjadi gastrointestinal (pendarahan saluran pencernaan).
Hanifah mengatakan, saat ini pemerintah melakukan banyak hal untuk mengatasi penyebaran penyakit ini. Misalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran terkait penemuan kasus hepatitis akut.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.
Kemenkes menjadikan vaksin Sinovac sebagai salah satu vaksin dosis ketiga atau booster. Hal itu didasarkan adanya rekomendasi penyediaan vaksin halal dari Putusan Mahkamah Agung (MA).
Platform ini mengadopsi model infrastruktur Platform-as-a-service (PAAS) yang menghubungkan seluruh ekosistem pelaku industri kesehatan untuk menciptakan satu data kesehatan nasional.
Sebelumnya di bulan Desember 2021, Menkes Budi mengatakan pemerintah telah melakukan Sero. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 88,6 persen dari masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi.
YCAB Foundation dan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) memberikan donasi berupa gudang penyimpanan alat kesehatan, serta pelatihan berserifikat untuk mengembangkan kapasitas tenaga kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Laboraturium tersebut juga menjadi dealer resmi Oxford Nanopore Technologies (ONT) dan mendapatkan sertifikasi pemberi layanan sequencing dari ONT untuk membantu mengedepankan penelitian di Indonesia.