LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (
Kemenkes) mengklaim antibodi masyarakat Indonesia mengalami peningkatan menjadi 99,2 persen. Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kemenkes bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKUI) terhadap penelitian antibodi tubuh terhadap virus (Sero survei).
"Bisa disampaikan bahwa kadar
antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen. Artinya, 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi, bisa itu berasal dari vaksinasi maupun juga berasal dari infeksi," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (19/4/2022).
Baca Juga: Meski Pandemi Covid-19, Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan di DuniaSebelumnya di bulan Desember 2021, Menkes Budi mengatakan pemerintah telah melakukan Sero. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 88,6 persen dari masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi.
"Kalau di bulan Desember kita lakukan Sero survei ordenya masih di angka ratusan titer antibodinya sekitar 500-600, di bulan Maret ini ordenya sudah di angka ribuan, sekitar 7.000-8.000. Ini menunjukkan, bukan hanya banyak masyarakat yang sudah memiliki antibodi tapi kadar antibodinya tinggi," lanjutnya.
Baca Juga: PeduliLindungi Diklaim Cegah Jutaan Warga Terpapar Covid-19Berdasarkan hasil survei ini, pemerintah meyakini dengan titer antibodi yang tinggi tersebut akan mengurangi risiko akibat Covid-19. Dengan demikian,
mudik lebaran kali ini diperkirakan berjalan lancar tanpa adanya gangguan virus Covid-19.
"Kalau nanti diserang virus, kita daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat. Itu yang menyebabkan kenapa kami percaya, pemerintah, bahwa insyaallah Ramadhan kali ini, mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat kita," ucap Menkes Budi.
Baca Juga:
Cegah Lonjakan COVID-19, Pekan Depan Pemerintah Terbitkan Aturan Mudik
Vaksin Booster Siang Hari tidak Membatalkan Puasa
(asf)