Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengungkapkan kasus hepatitis akut di Indonesia per 17 Mei 2022 mengalami kenaikan, dari 25 meningkat menjadi 27 kasus.
Pada masa transisi, penyelarasan kebijakan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Hal ini dilakukan agar semua pihak dapat memahami kondisi ini dengan baik.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan sekaligus Direktur Utama RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan 7 dari 18 pasien meninggal dunia.
Kementerian Kesehatan menambahkan tiga vaksin wajib, yakni vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), vaksin Rotavirus, dan vaksin Human Papilloma Virus (HPV).
Permudah penelusuran data hingga puluhan tahun ke depan, Kemenkes mengintegrasikan sistem pencatatan riwayat imunisasi anak ke dalam aplikasi digital PeduLindungi.
Seorang pembawa sifat talasemia secara kasat mata tampak sehat (tidak bergejala), hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.
Sebelumnya, penyakit mulut dan kuku atau PMK telah masuk Boyolali, Jawa Tengah. Sebanyak 15 ekor sapi milik salah seorang warga Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, positif terjangkit PMK.
Thalasemia merupakan kelainan darah yang bersifat genetik dimana menyebabkan umur sel darah merah sangat pendek sehingga penyandang talasemia mayor harus melakukan transfusi darah seumur hidupnya.
Tiga kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada tanggal 27 April, beberapa hari setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan adanya kejadian luar biasa atau outbreak penyakit ini di Eropa.
Penyakit hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.
Para orang tua mesti waspada jika anak-anak mengalami gejala saluran cerna, seperti diare, mual, sakit perut, dan demam ringan. Sebab bisa saja itu sudah mengarah kepada hepatitis berat yang belum diketahui penyebabnya.