LANGIT7.ID, Jakarta - Beberapa hari terakhir, publik dihebohkan dengan penyakit mulu dan kuku yang menyerang sejumlah
hewan ternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini diduga menular ke hewan lainnya, bahkan manusia.
Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes)
Budi Gunadi Sadikin sudah berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan penyakit ini. Menurutnya, penyakit yang menyerang hewan ternak tersebut sangat jarang ditemukan menular ke manusia.
Baca Juga: Menkes Budi Beberkan Cara Penanganan Hepatitis Akut"Kami sudah diskusi dengan
WHO, Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), bahwa penyakit mulut dan kuku ini memang domainnya ada di hewan. Jadi hampir tidak ada yang loncat ke manusia," ujar Menkes Budi dalam keterangan persnya dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (11/5/2022).
Menkes menambahkan, virus yang menyerang hewan ini berbeda dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang ditularkan hewan kelelawar ke manusia, maupun flu babi dan flu burung. Untuk itu, Menkes mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir.
"Khusus untuk mulut dan kuku, virus ini memang adanya hanya di hewan yang berkuku dua, jadi sangat jarang yang meloncat ke manusia. Jadi tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya," kata Menkes.
Baca Juga: Soal Vaksin Halal, DPR Minta Pemerintah Laksanakan Putusan MASebelumnya, penyakit mulut dan kuku atau PMK telah masuk Boyolali, Jawa Tengah. Sebanyak 15 ekor sapi milik salah seorang warga Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, positif terjangkit PMK.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Jawa Tengah, memastikan 15 ekor sapi tersebut terjangkit penyakit mulut dan kuku. Disnakan Boyolali langsung me-lockdown kandang yang berisi belasan sapi sakit itu.
Sebagai informasi, hewan ternak yang rentan terkena virus ini antara lain sapi, kerbau, domba, kambing dan lainnya. Gejala klinis yang dialami hewan ternak ini seperti mengalami demam tinggi, air liur berlebihan dan berbusa.
Kemudian ada sebagian luka lepuh di lidah dan mukosa rongga mulut. Penyakit ini membuat hewan ternak tidak mau makan, sulit berdiri atau gemetar serta ritme napas yang cepat.
Baca Juga:
Menkes Budi Sebut 15 Kasus Hepatitis Akut Terdeteksi di Indonesia
Imunitas Belum Kuat, Anak-Anak Rentan Tertular Hepatitis Misterius(asf)