Gus Baha menyoroti keunikan mukjizat Nabi Muhammad yang bersifat manusiawi dan sederhana. Berbeda dengan mukjizat nabi-nabi terdahulu yang spektakuler, Rasulullah diberkahi dengan keistimewaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari umatnya. Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan dakwah Islam, membuat ajaran agama lebih mudah diterima dan dipraktikkan. Pesan utamanya adalah menghargai nilai-nilai praktis dalam beragama dan fokus pada tujuan akhirat.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan perbedaan mukjizat Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya
Gus Baha menyoroti hubungan antara kedermawanan dan kebahagiaan dalam kajiannya yang viral. Beliau mengungkap bahwa pola pikir tentang harta dan kehidupan sangat mempengaruhi sikap seseorang dalam berbagi. Kedermawanan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang niat dan keikhlasan. Gus Baha mengajak umat untuk mengubah paradigma tentang rezeki dan meyakini bahwa berbagi justru membuka pintu keberkahan yang tak terduga.
KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengungkap rahasia spiritual di balik pembacaan shalawat pada bulan Maulid Nabi. Beliau menekankan bahwa shalawat bukan sekadar ritual, melainkan sarana menghubungkan roh dengan Rasulullah. Gus Baha juga menjelaskan sisi manusiawi Nabi Muhammad, menekankan pentingnya mencintai Rasul tanpa melupakan keesaan Allah. Pesan ini memberikan wawasan mendalam tentang makna sejati perayaan Maulid bagi umat Muslim.
Kisah Khimar dari zaman Nabi Muhammad SAW memberi perspektif baru tentang ibadah. Meski kontroversial, rajin bersholawat namun jarang shalat bisa jadi pintu hidayah. Gus Baha menekankan pentingnya tidak menghakimi, sambil tetap mendorong ketaatan komprehensif. Refleksi ini mengajak kita memahami kompleksitas perjalanan spiritual setiap individu.
Gus Baha menekankan keutamaan zikir sebagai kunci ketenangan dan keberkahan hidup. Beliau mengajak umat untuk lebih fokus mengingat Allah daripada sibuk meminta atau mengingat nasib sendiri. Zikir diyakini membawa efek positif yang jauh melampaui ibadah rutin semata.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan, umat Islam punya potensi cukup besar untuk menggapai Lailatul Qadar
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3iA) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan, dalam amar ma'ruf nahi munkar perlu disertai seni mengelola dengan baik.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Lembaga Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur'an (LP3IA) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mendoakan Pemilu 2024