Badan Meteorologi, Klimatotologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, wilayah Jakarta Timur dan Selatan bakal diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang, sore menjelang malam nanti.
BMKG melaksanakan rukyat hilal Syawal 1443 H pada 1 Mei 2022, dengan mempersiapkan layanan informasi data hisab hilal dan rencana rukyat di seluruh Indonesia.
Alat AWOS ini dilengkapi sejumlah sensor seperti sensor suhu-kelembaban, sensor tekanan, sensor curah hujan, sensor arah serta kecepatan angin dan sensor radiasi matahari.
Dampak tidak langsung yang akan ditimbulkan oleh Bibit Siklon Tropis 94W ini yaitu potensi gelombang laut tinggi 1.25 -2.5 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
BMKG mengimbau warga berhati-hati dengan zona aktif gempa di masa mudik lebaran. Ada beberapa area yang dinilai rawan karena aktivitas gempa 6 bulan terakhir.
Hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat. Hal itu berasal dari kondensasi yang jatuh dari awan menuju permukaan Bumi.
Secara umum, La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan lain sebagainya.
Indonesia masih diselimuti musim penghujan sejak awal 2022. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan musim kemarau tahun ini diprediksi akan datang lebih lambat karena keberadaan La Nina.