Lembaga Filantropi sedang jadi sorotan akibat dugaan penyelewengan donasi oleh pimpinan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Tidak demikian dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebab punya mekanisme pengawasan berlapis.
Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ), Agus Budiyanto, mengatakan, lembaga amil zakat (LAZ) memiliki rambu-rambu dalam mengelola dana umat termasuk dalam pemotongan donasi yang masuk untuk biaya operasional.
Direktur Eksekutif Laznas Nurul Hayat, Bambang Heri Latief, menjelaskan, secara undang-undang, setiap komunitas bisa saja menjadi penghimpun dana umat, asal memenuhi kompetensi. Namun tidak hanya itu, penghimpun dana umat juga harus memenuhi kepatutan dan kepantasan.
Akuntabilitas lembaga filantropi Islam sedang diuji, setelah ACT disebut oleh Majalah Tempo menyelewengkan donasi. Kendati ACT bukan merupakan Lembaga Amil Zakat (LAZ), Forum Zakat menjawab kekhawatiran publik dengan menjamin akuntabilitas dan transparansi LAZ.
Fundraising Division Head BMM, Betsy E. Jiesral, menyebut ada beberapa program unggulan BMM yang sudah dirasakan langsung masyarakat pelosok. Dia mencontohkan program Kurban Prioritas untuk daerah termiskin, terluar, terdampak bencana, dan minoritas muslim di Indonesia.
Salsabila Tiara gadis asal Bogor, Jawa Barat berumur 21 tahun ini terpilih menjadi Presiden Direktur Laznas LMI. Sebagai gadis muda, Tiara pun mengutarakan pandangannya terkait sosok pemimpin muda.