Khalifah Umar bin Khattab terkenal tegas dalam menindak pejabat yang korup. Tak sedikit sahabat Nabi Muhammad SAW , yang diangkat menjadi gubernur di era Umar, karena diduga korupsi dipecat dan hartanya disita negara.
Sesampainya di sana, dia berziarah di makam Nabi Muhammad SAW. Di Kota Madinah yang penuh kenangan bersama Rasulullah SAW, Bilal menangis tersedu menumpahkan rasa rindu.
Bilal tak sanggup lagi meneruskan Azannya tatkala sampai pada kalimah Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Tangisnya pecah. Luapan rindu kepada Nabi Muhammad SAW begitu meluap.
Ummu Salah berkisah: Saat itu aku sedang menyamak kulit. Kucuci tanganku dan kuizinkan beliau masuk. Aku pun membentangkan alas duduk dari kulit yang berisi serat. Beliau pun duduk di atasnya dan meminangku untuk dirinya.
Saat Umar bin Khattab mengimami salat subuh, Abu Lu'lu'ah Fairuz menikamnya. Tikaman itu mengenai bawah pusarnya memutuskan lapisan kulit bagian dalam dan usus lambung.
Dikisahnya, pada perang itu pekik Ahad... Ahad... Ahad... menjadi semboyan resmi pasukan Muslim. Pekik ini adalah teriakan Bilal bin Rabah tatkala ia disiksa kaum kafir Quraisy Makkah.
Umar bin Khattab menyebut Abu Bakar sebagai pemimpin kita yang telah memerdekakan pemimpin kita tatkala Bilal telah menjadi muadzin pertama dalam Islam.
Jika engkau sedang sendiri, jangan katakan aku sedang sendiri, akan tetapi katakan, aku ada yang mengawasi. Jangan kau kira Allah lalai walau sesaat, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya apa yang engkau sembunyikan.
Gerakan oposisi yang masif membuat Khalifah Utsman bin Affan patah arang. Ia mengeluh: Aku rendahkan bahuku dan aku tahan tangan dan lidahku dari menyakiti kalian, tapi kalian jadi berani dan bersikap lancang kepadaku!
Polemik mengenai Wahabi dan Salafi terus memanas belakangan ini. Apalagi ada pihak-pihak dari mereka yang mengaku Salafi mengeluarkan pernyataan miring terhadap Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Nuruddin. Lalu, apa sejatinya Salaf itu?
Kisah haru di Perang Uhud mengungkap kebesaran jiwa Shafiyyah saat kehilangan kakaknya Hamzah yang syahid. Meski dalam kondisi terberat, imannya tak goyah. Rasulullah SAW memberikan penghormatan khusus dengan memimpin salat jenazah tujuh takbir untuk para syuhada.
Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib: Paman Nabi Muhammad yang Syahid di Perang Uhud menginspirasi umat Islam hingga kini. Dijuluki Singa Allah, beliau adalah pemimpin para syuhada di hari kiamat. Pengorbanannya mengajarkan kemuliaan jihad dan janji surga bagi para syuhada.
Kisah Khalid bin Walid, sang Pedang Allah yang tak terkalahkan dalam 100 pertempuran melawan Byzantium, menghadirkan fakta menakjubkan. Panglima perang legendaris ini kebal racun, bisa mengubah arak menjadi cuka, dan memiliki 70 bekas luka perang sebelum wafat dengan damai.