Nabi Muhammad SAW belum lama wafat ketika umat mulai berhadapan dengan pertanyaan pelik: siapa yang boleh ditiru dalam beragama? Berikut penjelasannya.
Riwayat lain bahkan mencatat respons Ibnu Umar yang lebih tajam. Ia menutup pernyataannya dengan kalimat: Sunnatullah dan sunnah Rasul-Nya lebih patut kamu ikuti daripada sunnah si fulan jika kamu memang benar.
Di Madinah, Muawiyah dulu berjalan mengikuti bayangan unta. Di Damaskus, Wail duduk di singgasana Muawiyah. Dua jalan yang terhubung oleh iman, oleh takwa, oleh akhlak Rasulullah yang mereka pelajari perlahan-lahan.
Para sahabat Nabi Muhammad ? generasi awal yang menyaksikan wahyu turun, menyertai perang, dan menegakkan risalah Islam adalah saksi sejarah yang tak tertandingi. Berapa sebenarnya jumlah mereka?
Ia lalu menoleh kepada Muadz bin Jabal, berkata lirih, Wahai Muadz, sekarang kau yang menjadi imam. Tak lama kemudian, Abu Ubaidah pergi menghadap Tuhannya, dengan senyum tenang di wajahnya.
Muadz bin Jabal, sahabat muda Nabi yang paling paham halal-haram, wafat di puncak wabah Thaun di negeri Syam, setelah menyerahkan hidupnya untuk ilmu dan iman.
Dia adalah sosok sahabat Nabi Muhammad SAW yang memadukan keindahan kata dengan keberanian pedang, hingga syahid di medan perang Muktah. Dialah Abdullah Ibnu Rawahah.
Dalam salah satu sabdanya yang populer dan sahih, Rasulullah ? menetapkan sebuah garis terang dalam sejarah umat Islam. Sebaik-baik manusia adalah masaku, lalu generasi sesudahnya, lalu generasi sesudahnya.
Tak seperti Banu Hasyim yang melahirkan Nabi Muhammad, atau Banu Umayyah yang kelak berkuasa, Banu Taim hidup di tepi sejarah. Tapi dari pinggiran itulah Abu Bakar meniti jalan sunyi menuju panggung sejarah Islam.
Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa, mungkin karena ketidaktahuan, kehati-hatian, atau lagi-lagi pertimbangan politis.
Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. Ia melihat Ibn Zubair memulai salatnya sebelum khotbah, kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah SAW sudah diubah, sampai salat pun.
Dari segi prosedur penetapan hukum, ada dua cara yang dilakukan para sahabat. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar : Mazhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah.