LANGIT7.ID-Jumlah sahabat
Nabi Muhammad SAW terlalu banyak untuk dihitung di sebuah buku catatan, tetapi terlalu berharga untuk dilupakan. Para sahabat Nabi Muhammad ﷺ — generasi awal yang menyaksikan wahyu turun, menyertai perang, dan menegakkan risalah Islam — adalah saksi sejarah yang tak tertandingi. Berapa sebenarnya jumlah mereka?
Secara
definisi, sahabat Nabi (
ṣaḥābī,
الصحابي) adalah siapa saja yang berjumpa dengan Rasulullah ﷺ dalam keadaan beriman, mendengar sabdanya, menyaksikan perjuangannya, dan wafat dalam keadaan Islam. Mereka adalah pembela pertama Islam, generasi yang didekatkan kepada Nabi hingga disebut oleh Allah dalam banyak ayat sebagai orang-orang yang diridai.
Ayat yang sering dikaitkan dengan keutamaan mereka antara lain:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ"
Allah ridha kepada mereka, dan mereka pun ridha kepada-Nya." (QS At-Taubah [9]: 100)
Namun, ketika pertanyaan jumlah mereka muncul, para ulama mencatat bahwa tidak mudah memberi angka yang presisi. Dalam Perang Tabuk, misalnya, Nabi ﷺ memimpin 30.000 prajurit, dengan tambahan 10.000 pasukan berkuda. Itu hanya sebagian kecil dari para sahabat pada masa itu.
Baca juga: Karakteristik Fikih Sahabat Nabi Muhammad SAW: Lahirnya Syiah dan Sunni Dua Angka yang PopulerKa’ab bin Malik RA pernah berkata saat dirinya tidak ikut perang Tabuk: "Kaum Muslimin yang saat itu bersama Rasulullah amatlah banyak, yang tidak mungkin dihimpun oleh buku besar atau dokumen." (HR. Bukhari no. 4418 & Muslim no. 2769)
Walau begitu, para ulama tetap berusaha menghitung berdasarkan riwayat.
Beberapa angka yang dikenal di kalangan ahli sejarah antara lain:
- 114.000 orang: Sebagaimana dikutip dari Al-Jami’ karya Al-Khathib al-Baghdadi (2/293) dan dinisbatkan kepada Abu Zar’ah, salah satu guru Imam Muslim.
- 124.000 orang: Angka yang disebut oleh Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Khasha’ish al-Kubra, dan juga diriwayatkan dalam banyak teks klasik.
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid menilai kedua angka itu realistis jika mempertimbangkan jumlah umat yang hadir pada Haji Wada’ (haji perpisahan) yang dipimpin Nabi ﷺ pada tahun ke-10 Hijriah. Jabir bin Abdillah RA meriwayatkan bahwa kala itu lebih dari 100.000 jamaah hadir bersama Nabi di Arafah.
Baca juga: Ilmu Fikih: Penyebab Ikhtilaf di Kalangan Sahabat Nabi Muhammad SAW Tingkatan SahabatAl-Hakim an-Naisaburi, dalam Al-Mustadrak, bahkan membagi para sahabat dalam 12 tingkatan, mulai dari yang paling awal masuk Islam di Makkah, para Muhajirin, Anshar yang ikut Bai’at Aqabah pertama dan kedua, pasukan Badar, hingga anak-anak yang melihat Nabi setelah Fathu Makkah. Pembagian ini menunjukkan keragaman pengalaman dan kontribusi mereka.
Yang menarik, para ulama bersepakat bahwa jumlah sahabat bukan sekadar soal statistik, melainkan tentang kualitas iman mereka. Imam Ahmad berkata:
"Siapa pun yang menemui Nabi ﷺ meski hanya sebentar, dan ia beriman lalu wafat dalam keadaan Islam, maka ia adalah sahabat."
Mereka ada di mana-mana: di Madinah, Makkah, Tha’if, dan pelosok padang pasir. Sebagian menetap di Syam, Mesir, Irak, dan Yaman setelah Nabi wafat, menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.
Baca juga: Pandangan tentang Modernisasi Tafsir: Hadis dan Pendapat Sahabat Nabi Berapa pun jumlah tepatnya — apakah 114.000, 124.000, atau lebih — para sahabat tetap menjadi generasi teladan yang diabadikan sejarah. Mereka bukan hanya nama dalam kitab-kitab sirah, tetapi juga contoh hidup bahwa iman dan pengorbanan bisa mengubah dunia.
“Semoga Allah meridai para sahabat seluruhnya, dan menjadikan kita termasuk pengikut mereka yang baik.”
(mif)