Secara spiritual, mencegah cemas berlebihan dapat dilakukan dengan berdzikir dan memerbanyak membaca Al-Quran. Terdapat banyak kisah-kisah penguat hati, ayat-ayat motivasi, dan doa-doa penenang jiwa yang dapat dibaca dan ditadabburi.
Padahal, pengabdian dan kinerja guru ngaji terbilang maksimal. Mereka harus meninggalkan kampungnya dengan menaiki perahu untuk mengajar dan ikhlas bila tidak menerima bayaran.
Untuk menghadirkan ketenangan jiwa dan raga, kita dapat memperbanyak dzikir kepada Allah. Membaca dan mentadabburi ayat-ayatnya untuk mengambil berbagai hikmah dan pelajaran.
Pada era 80 dan 90-an, Muammar ZA merupakan jawara qari nasional dan internasional. Ia memiliki nafas yang panjang dan suara merdu saat melantunkan ayat suci.
Menurut dr. Zaidul Akbar, Surat Muawwidzatain dapat mempengaruhi emosi. Surat An-Nas terutama, dapat menghadirkan ketenangan dan menstabilkan emosi sehingga terhindar dari terkena berbagai penyakit berat.
Dengan cara pemeliharaan seperti ini, mengandung hikmah bahwa selain menjalankan fungsi pemeliharaan juga dalam rangka mempelajari dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an.
Al-Qur'an adalah nama Kitab yang lebih populer daripada nama-nama lainnya. Dalam wahyu-wahyunya kepada Nabi Muhammad, Allah memberikan banyak nama dalam menyebut KitabNya.
Ia mengatakan membaca Al-Qur'an adalah ibadah sehingga diberi pahala. Ini yang membedakan Al-Qur'an dengan bacaan lain. Membaca bacaan lain tidak mendapat pahala, karena bukan ibadah.
Bacaan Al-Qur'an Muzammil Hasballah begitu dinikmati masyarakat Indonesia. Di YouTube-nya, ia membagikan 4 tips mendapatkan suara merdu saat membaca Al-Qur'an.