Bagian dalam masjid dihiasi oleh lantai berwarna biru yang datang dari Iznik, kota yang terletak sekitar 90 kilometer dari Kota Istanbul. Jumlah lantai biru yang digunakan dalam masjid tersebut berkisar lebih dari 21 ribu.
Pada awalnya, lanjut Ustaz Haryanto, masjid hanya ada ruangan salat saja sebelum rapih sempurna seperti sekarang. Seiring berjalannya waktu, pembangunan masjid dilakukan secara bertahap.
Dahulu, pada zaman Belanda masjid ini merupakan bangunan musala dan Pasar Sawo. Di mana kala itu merupakan persinggahan para pedagang yang menempuh jarak cukup jauh untuk memasarkan dagangan mereka.
Ustaz Masykur mengatakan, sampai saat ini pihak Masjid Jami' Al-Falah mampu mengumpulkan dana sebesar Rp2 miliar tanpa harus mengajukan proposal dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp9 miliar.
Tak bisa dipungkiri, Masjid Istiqlal memang selangkah lebih maju ketimbang masjid-masjid lokal ataupun internasional. Hal ini jelas terlihat dari sejumlah program lainnya yang Masjid istiqlal miliki.
Pelaporan masjid kepada Baznas sangat penting dilakukan untuk kebutuhan data, yang nantinya dapat dipergunakan untuk riset, sehingga dapat memberikan sumbangsih dan dampak baik bersama untuk Indonesia.
Masjid Al-Muchlishin berdiri di atas tanah seluas 1.888 meter persegi. Perombakan total bertujuan bukan hanya sebagai sarana ibadah saja seperti masjid pada umumnya,tetapi juga bagian lain agar dapat difungsikan untuk kebutuhan yang lebih luas.
Semua kios-kios yang terletak di belakang bangunan masjid. kini sudah diisi para pelaku wirausaha. Hanya satu di antara kios tersebut dialihfungsikan sebagai ruang sekretariat.
Untuk menuju ruang utama masjid, kita harus menaiki anak tangga ke lantai dua yang cukup tinggi. Saat memasuki ruangan utama. kedua mata akan disuguhkan pemandangan yang sangat estetik.
Melirik kilas balik, Masjid yang terletak di Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan ini awalnya sebuah musala, kemudian dibangun menjadi sebuah masjid oleh KH Abdurrahman Massum.
Adib berharap, melalui acara ini, masyarakat kembali ke masjid memperkuat kohesi sosial, terutama menghadapi event-event politik, karena tidak jarang masjid dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. Menurut dia, jika dibiarkan akan menimbulkan segregasi sosial.