Di hadapan puluhan ribu undangan dan peserta pembukaan Muktamar, Jokowi mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah pada negara, termasuk membantu penanganan pandemi Covid-19 tiga tahun terakhir.
Presiden Jokowi secara resmi meluncurkan dana pandemi. Nominal yang terkumpul saat ini baru 1,4 miliar dolar AS dari 15 negara dan 3 lembaga filantropi.
Semangat kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan sejatinya sudah diturunkan dalam bentuk Inpres Nomor 16 Tahun 2016. Namun, semua baru berbenah dan bergerak setelah terjadinya Covid-19 pada pertengahan 2020.
Menurut dia, konsumsi dalam negeri dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus dioptimalkan, sebab itu merupakan kekuatan domestik yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi negara.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan pihak yang berwenang untuk menyatakan pencabutan status pandemi Covid-19.
Meski demikian, Jokowi mengingatkan terhadap situasi ekonomi di dunia tidak berada dalam kondisi baik. Kondisi perekonomian global saat ini sangat tinggi hingga berimbas ke seluruh negara termasuk Indonesia
Puan mengatakan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia tidak boleh membuat semua pihak lengah. Upaya penanganan Covid-19 tidak bisa dikendorkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Sebelumnya, Kishida baru saja menghabiskan waktu selama sepekan untuk berlibur. Kemudian ia dijadwalkan kembali bekerja di kediamannya tepat pada Senin.
Kim mengaku takjub dengan apa yang dilakukan oleh negaranya dalam menangani pandemi Covid-19. Dia menyatakan bahwa upaya singkat yang dilakukan Korut ini akan dicatat dalam sejarah.