Tak heran bila kemudian banyak pelaku usaha yang memproduksi hijab dengan aneka bentuk, model, hingga konsep ramah lingkungan. Di industri fashion internasional, ada sejumlah brand yang memproduksi eco friendly hijab.
Blogger dan Muslim Fashion Designer Qonita Al Jundiah mengatakan sustainable fashion bukan lagi menjadi tren, melainkan sebuah keharusan untuk dilakukan agar manusia dan bumi dapat menjadi lebih baik.
Adanya produk fesyen muslim buatan asli Indonesia mempermudah para muslimah berbelanja kebutuhan tanpa harus ke luar negeri. Buat Sahabat Langit7 yang tengah berburu koleksi baju muslim, bisa ditengok deretan jenama lokal yang memiliki desain dan kualitas terbaik.
Kita harus melihat karakter diri sendiri, misalnya kita tidak suka yang terang tetapi suka yang warna ringan karena merasa cocok dengan kita, ya pakai itu, ujar Lia saat ditemui Langit7, di Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (2/9/2022).
Jenama lokal ini merilis koleksi terbaru menyambut Idul Adha 2022, Thadia Series yang fokus pada motif monogram. Nama Thadia sendiri terinspirasi dari Bahasa Arab yang berarti pengorbanan dan keikhlasan.
Namun, sepertinya hal tersebut tak berlaku bagi pendiri modest fesyen lokal, Kami. Tiga sahabat perempuan, Istafiana Candarini, Nadya Karina dan Afina Candarini mendirikan produk fesyen ini pada 2009 silam.
Sebagai modest fashion, busana olahraga ini dirancang dengan bahan lembut dan tersedia mulai dari atasan, legging hingga parka. Kenyamanan pun diberikan melalui pemilihan bahan yang breathable.
Dengan potensi keuntungan yang besar, tidak mengherankan jika sebagian orang memanfaatkan momen ini untuk memulai bisnis modest fashion, salah satunya dengan memproduksi hijab.
Selain hijab segi empat, pashmina dan jilbab instan juga dipilih responden menjadi pendukung gaya berpakaian mereka. Fakta-fakta tersebut dibagikan layanan survei konsumen berbasis digital, Populix.
Bisa dibilang, KAMI adalah satu dari sekian banyak pelaku industri fesyen yang bisa bertahan hingga saat ini. Termasuk tantangan pasang surut dunia usaha dan gelombang pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor bisnis.