Indonesia memperlihatkan ambisi besarnya dalam industri halal global melalui strategi komprehensif yang mencakup pangan halal dan modest fashion. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal, Indonesia bertekad menyaingi Thailand dan Malaysia. Penyelenggaraan TEI dan Jakarta Muslim Fashion Week menjadi langkah konkret menuju visi menjadi pusat industri halal dunia, membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Indonesia menggelar Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) di Paris sebagai bagian dari upaya mempromosikan fesyen syar'i di kancah internasional. Event ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi pusat produsen halal terkemuka dan mendukung pengembangan ekonomi syariah. Dengan menampilkan karya desainer ternama dan menjalin kerjasama strategis, Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam industri modest fashion global.
Beeneca merupakan salah satu brand fesyen yang terdiri dari kumpulan desainer Indonesia berbakat. Brand ini fokus pada contemporary modest fashion dan juga mengutamakan kekuatan
Brand kosmetik dan skin care Wardah sudah sejak lama menyatakan dukungannya terhadap industri fesyen, khususnya modest di Indonesia. Aksi dukungan tersebut diwujudkan
Dua jenama modest fashion lokal, et cetera dan Nadjani berkolaborasi merilis koleksi CHARA. Koleksi ini menggabungkan motif abstrak dari Nadjani dan desain timeless
Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat modest fashion dunia. Langkah ini dilakukan agar produk modest fashion Indonesia dapat bersaing
Jenama fesyen muslim Wiwiek Hatta ID bersama sejumlah brand lokal mewakili Indonesia di ajang modest fashion International Modest Fashion & Womenpreneur Summit 2024 (MWFS 2024)
Koleksi Pranargya merupakan simbol dari rasa syukur kepada Sang Pencipta. Kata Pranargya sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang secara harfiah berarti cinta yang tak terhingga.
Founder Indonesia Hijabfest Sheena Krisnawati mengatakan Indonesia Hijabfest menargetkan raihan omset lebih dari Rp50 miliar di tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari omset tahun sebelumnya yang mencapai Rp48 miliar dari 198 ribu pengunjung.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya Kemenparekraf Amir Hamzah menyebut acara-acara festival busana muslim memberikan dampak luas bagi ekonomi nasional.