Jenama lokal ini merilis koleksi terbaru menyambut Idul Adha 2022, Thadia Series yang fokus pada motif monogram. Nama Thadia sendiri terinspirasi dari Bahasa Arab yang berarti pengorbanan dan keikhlasan.
Namun, sepertinya hal tersebut tak berlaku bagi pendiri modest fesyen lokal, Kami. Tiga sahabat perempuan, Istafiana Candarini, Nadya Karina dan Afina Candarini mendirikan produk fesyen ini pada 2009 silam.
Sebagai modest fashion, busana olahraga ini dirancang dengan bahan lembut dan tersedia mulai dari atasan, legging hingga parka. Kenyamanan pun diberikan melalui pemilihan bahan yang breathable.
Dengan potensi keuntungan yang besar, tidak mengherankan jika sebagian orang memanfaatkan momen ini untuk memulai bisnis modest fashion, salah satunya dengan memproduksi hijab.
Selain hijab segi empat, pashmina dan jilbab instan juga dipilih responden menjadi pendukung gaya berpakaian mereka. Fakta-fakta tersebut dibagikan layanan survei konsumen berbasis digital, Populix.
Bisa dibilang, KAMI adalah satu dari sekian banyak pelaku industri fesyen yang bisa bertahan hingga saat ini. Termasuk tantangan pasang surut dunia usaha dan gelombang pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor bisnis.
Produsen gamis syar'i lokal Mayra Indonesia melelang empat koleksi baju eksklufis rancangan kolaborasi Okky Asokawati, Adelia Pasha, dan Eddies Adelia.