Perkembangan Islam di seluruh dunia kian pesat. Bahkan banyak orang-orang Eropa yang memantapkan diri mereka untuk menjadi seorang mualaf karena hidayah dari Allah SWT.
Fitrah yang tertanam di dalam diri manusia itu akan membuat setiap manusia merasakan bersalah bila mekakuan hal yang tidak benar atau menyimpang. Perbuatan seperti itulah yang membuat manusia tidak tenang dalam hidupnya.
Kisah ini berawal pada 1993 saat Abdurrahman pindah Yogyakarta dari tempat kelahirannya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Niatnya, ia ingin belajar untuk menjadi Pastor.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, hukuman dari Allah itu datangnya cepat, namun di saat yang bersamaan Allah sangat Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat.
Dalam proses ikhtiar itu, Deli menemukan petunjuk yang diucapkan oleh pendeta di acara televisi. Pendeta asal luar negeri itu menjelaskan sains dari kacamata Alkitab.
Dengan membaca dan memahami surat Alquran, seorang hamba akan diantarkan pada kemuliaan dan keberhasilan hidup yang sejati. Yaitu, hidup sebagai hamba Allah Taala yang dimuliakan dengan qalbu dan akal.
Elizabeth menemukan surat Al Ikhlas yang membuatnya jatuh cinta pada Islam. Saat itu, Elizabeth membaca ayat pertama surat tersebut menyebutkan Allah itu satu.
Richard bercerita dirinya saat itu berada di titik terendah hidup. Tahun itu, usahanya menurun drastis hingga keadaan ekonominya terganggu. Beruntungnya, hidup Richard terbantu dari teman muslimnya.
Wei Wei mengungkapkan, selama menjalani bisnisnya ia memegang sebuah prinsip yang luar biasa. Menurut dia, tidak baik apabila membuka restoran tapi sekelilingnya merasa kelaparan.
Dulu, Dasmauli merupakan seorang Katolik sejak lahir dan tumbuh menjadi penginjil. Ia sempat ditempatkan di Gereja Baptis Indonesia (GBI) di Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah.
Dikabarkan, almarhum meninggal di RSI Surabaya, Jawa Timur. Sosok Koh Steven dikenal sebagai founder Mualaf Center Indonesia. Mualaf Center Indonesia selama ini telah menjadi lembaga untuk saling belajar bagi para mualaf.