Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Stefanus, Masuk Islam karena Baca Buku Tentang Muhammad

ummu hani Senin, 24 Oktober 2022 - 15:40 WIB
Kisah Stefanus, Masuk Islam karena Baca Buku Tentang Muhammad
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak perantara hidayah yang Allah SWT berikan kepada manusia dikehendaki-Nya. Seperti yang dirasakan Stefanus Sarintohe, dirinya mendapatkan petunjuk dari Allah SWT karena hobinya membaca.

Saat Stefanus memeluk agama terdahulunya, ia mengaku seorang yang taat. Stefanus kerap aktif di sejumlah kegiatan di gereja. Lalu saat dirinya masuk ke jenjang kuliah, Stefanus mulai melaukan pencarian. Dalam dirinya sering muncul pertanyaan mengapa ia bisa memeluk agama terdahulunya tersebut.

"Pada masa itu, saya sering bertukar pikiran dengan pendeta di gereja saya. Beliau selalu membiarkan saya mencari tahu sendiri, bukan mendoktrin saya," ucap Stefanus dalam ceritanya di Muallaf TV, dikutip Langit7.id, Senin (24/10/2022).

Baca Juga: Kisah Elizabeth, Masuk Islam karena Jatuh Cinta dengan Surat Al Ikhlas

Sejak saat itu, Stefanus mengaku mencari sejumlah buku untuk menjawab pertanyaannya. Namun, ia justru menemukan banyak kejanggalan.

"Waktu itu mulai kuliah saya jalan-jalan sendiri di Bandung ketemu toko buku agama saya terdahulu. Waktu itu misinya meyakinkan diri sendiri saya benar manjadi Kristen, tapi selalu ada yang mengganjal dalam hati, benarkah seperti itu," tutur Stefanus.

Stefanus mengaku semakin banyak pertanyaan dalam dirinya. Hingga akhirnya ia memutuskan belajar Islam. "Saya temukan banyak aspek yang sulit masuk di nalar saya. Pada satu titik saya mentok, saya berfikir kenapa enggak sekalian aja belajar agama lain (Islam)," katanya.

"Saya tanyakan pendeta lagi. Beliau itu selalu kasih tahu saya untuk cari tahu sendiri, dia bukan pendeta yang memberikan dogma, tapi membiarkan kita mencari tahu sendiri. Dia lebih suka kalau jemaah itu berpikir," ujar Stefanus.

Kemudian Stefanus bertemu dengan seorang teman yang satu indekos dengannya hingga akhirnya akrab dan berbisnis bersama. "Saya penasaran ada teman saya orang Jawa, di beragama islam, dia tidak pernah mengajak saya masuk islam, hanya berdiskusi saja," tuturnya.

"Kita berteman, sering bisnis bersama. Saya lihat secara akhlak dia berbeda, memang dia tidak menyudutkan agama lain, dia selalu menjawab pertanyaan saya terkait dengan Islam," imbuhnya.

Baca Juga: Richard Tan, Mualaf Sukses Buka Restoran Dimsum

Stefanus makin mencari tahu tentang Islam hingga akhirnya ia menemukan ilmu ekonomi syariah. Stefanus menganggap hukum syariah dalam Islam merupakan panduan yang tak dimiliki agama lain.

"Seperti hukum syariat, menurut saya itu cukup bagus untuk kehidupan sehari-hari untuk bisa memandu kita untuk jadi lebih baik. Lalu saya semakin tersentil karena ekonomi syariah, tentang riba, agama lain tidak memerhatikan, tapi umat Muslim memerhatikannya," ujarnya.

Menurut Stefanus, ekonomi syariah jika diterapkan mungkin orang tidak merasakan kesusahan. Ia mencontohkan seperti zaman khalifah yang sejahtera.

"Jadi ekonomi syariah itu pemerataannya jelas, rezeki anak keluarga itu titipan Allah. Jadi dalam mekanisme Islam itu ada hal penting tentang berbagi, jadi itu makanya ada hukum riba," kata Stefanus.

Pencariannya tak berhenti sampai disitu. Stefanus mencari tahu tentang Nabi Muhammad dengan membaca buku karya Martin Lings, seorang penulis mualaf asal Inggris.

"Awalnya saya mencari buku yang netral agar tidak berpihak pada satu agama saja. Lalu saja waktu itu temukan buku tentang sejarah tuhan, tapi setengah buku saya janggal, akhirnya saya ketemu buku lain tentang Muhammad, tulisan Martin Lings," ucap dia.

"Setelah saya selidiki ternyata dia mualaf dari Inggris. Saya baca bukunya bagus dan enak dijelaskan dari beberapa sejarah dan hadits tentang kisah Nabi Muhamamd cukup detail," lanjutnya.

Sejak itu, Stefanus mengaku makin mantab mencari tahu tentang Islam dan memutuskan dalam diri untuk mualaf. Menurut dia, banyak kebiasaan orang Muslim yang luar biasa.

Baca Juga: Mantan Penginjil di Sleman Dapat Hidayah Usai Nonton Sinetron

"Saya mantab untuk memeluk agama Islam. Banyak hal yang saya temukan, termasuk salah satunya itu tradisi menghapal. Itu hal yang sulit disangkal, kebenaran kitab umat muslim terjaga," kata pria asal Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Namun, awalnya Stefanus tidak mengetahui seorang yang berpindah agama harus berikrar. Ia hanya mengetahui berpindah agama hanya dari hati.

"Jadi awal saya mengetahui kalau mualaf harus syahadat karena ingin melamar pacar yang sekarang jadi istri saya. Dia itu muslim," katanya.

"Saya diskusi teman saya mau melamar calon saya itu dan saya juga sudah Islam. Sejak itu baru saya tahu kalau harus diresmikan ada surat pernyataan hingga saya diarahkan untuk syahadat pada 2012," ucapnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)