Bank Syariah Indonesia (BSI) mendukung UMKM dengan pembiayaan Rp47,72 triliun hingga pertengahan 2024. Fokus pada sektor perdagangan dan ritel, BSI juga mencatat kenaikan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) hingga Rp88,81 triliun. Langkah ini memperkuat ekonomi nasional, meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.
Bank Syariah Indonesia (BSI) catat pertumbuhan remitansi 10% YoY Juni 2024. Volume transaksi 1 juta, nilai Rp50 triliun. Dominasi inbound dari PMI, outbound ke Saudi, China, AS, dan Eropa. BSI tingkatkan layanan digital via BSI Mobile dan kerjasama mitra luar negeri. Nasabah mudah kirim uang realtime. BSI fokus optimalisasi fee based income lewat B2B dan B2C, serta penguatan API terintegrasi.
Bank Syariah Indonesia gandeng Telkomsel, ASSA, dan Pertamedika Bali Hospital. Kerja sama strategis senilai Rp1,8 triliun untuk dorong ekosistem halal Indonesia. BSI fokus pembiayaan korporasi di sektor telekomunikasi, logistik, dan kesehatan. Kinerja pembiayaan wholesale BSI tumbuh 19,2% YoY, capai Rp72,57 triliun. Indonesia peringkat 3 Global Islamic Economy Indicator.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendistribusikan 9.390 hewan potong yang sehat dan aman konsumsi bagi masyarakat duafa di berbagai wilayah Indonesia pada Idul Adha 1445 H.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat dan Jawa Tengah menindaklanjuti instruksi PP Muhammadiyah untuk memindahkan dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke bank-bank syariah lain. Proses penarikan sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pertengahan Juni, dengan kendala utama pada pembiayaan dan kredit.
Penarikan dana sebesar Rp13 triliun oleh Muhammadiyah dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memang tidak berdampak signifikan terhadap kinerja bank syariah tersebut. Namun, analis mengimbau investor untuk menahan diri sementara sebelum membeli atau menjual saham BRIS.
Muhammadiyah menarik dana sebesar Rp13 triliun dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Menurut Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas, penarikan dana tersebut hanya mewakili 0,04 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRIS, sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan.
Tulisan ini membahas hubungan Muhammadiyah dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) sejak 2020, termasuk dorongan Muhammadiyah untuk fokus pada UMKM, permasalahan sistem transaksi BSI, dan keputusan PPM untuk konsolidasi dana setelah kecewa pada hasil RUPS BSI 2024.
PWM Jawa Tengah menarik dana amal usaha Muhammadiyah dari BSI, mengalihkan sebagian besar ke Bank Jateng Syariah, dengan konsolidasi dan komunikasi aktif bersama mitra perbankan syariah lainnya.
Pasca penarikan dana Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI), Muhammadiyah akan melimpahkan kepada bank bank syariah lainnya. Namun, Muhammadiyah tidak akan membatasi satu atau dua bank Syariah saja.