Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 25 April 2026
home sosok muslim detail berita

Habib Ali Al-Habsyi, Penulis Maulid Simtudduror yang Jejaknya Sampai ke Solo

Muhajirin Rabu, 16 November 2022 - 21:00 WIB
Habib Ali Al-Habsyi, Penulis Maulid Simtudduror yang Jejaknya Sampai ke Solo
Masjid Riyadh Solo yang dibangun oleh putra Habib Ali Al-Habsyi (foto: Instagram/@kangbib)
LANGIT7.ID - Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi merupakan salah satu ulama yang sangat disegani di Tanah Air. Haul penulis Kitab Maulid Simtudduror itu di Solo, Jawa Tengah selalu dipadati ribuan umat muslim.

Tahun ini, acara puncak Haul Habib Al-Habsyi ke-111 jatuh pada Selasa (15/11/2022). Acara yang berlokasi di Kompleks Masjid Riyadh, Jl Kapten Mulyadi, Solo itu digelar sejak pukul 09.00-12.00 WIB. Acara ini disebut sebagai salah satu wisata religi di Kota Solo.

Baca Juga: Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Bakal Didatangi Ulama Besar

Habib Ali bernama lengkap Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi. Dia lahir di Qasam pada Jumat, 24 Syawal 1259 H/18 November 1843 M. Qasam merupakan sebuah kota yang ada di Hadhramaut.

Nasab Habib Ali sampai ke Rasulullah SAW. Lengkapnya yaitu Ali bin Muhammad bin Husein bin ‘Abdullah bin Syekh bin Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Ahmad Shahib Asy-Syi’b bin Muhammad Ashgar bin Alwi bin Abu Bakar al-Habsyi bin Ali bin Ahmad bin Muhammad Asadullah bin Hasan at-Turabi bin Ali bin al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin ‘Alwi bin Muhammad bin Alw bin Ubaidillah bin al-Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin ‘Ali Zainal Abidin bin Husein bin Fathimah az-Zahra binti Muhammad SAW bin Abdillah.

Baca Juga: Kisah Ayah Habib Ali Al-Habsyi: Minta Murid Garap Ladang agar Petani Bisa Ngaji

Menurut penuturan Habib Novel Alaydrus di website-nya, pada saat berusia 7 tahun, ayah Habib Ali pindah ke Mekkah bersama tiga anaknya yang lain yakni Abdullah, Ahmad, dan Husein. Saat berusia 11 tahun, dia bersama sang ibunda pindah ke Seiwun Yaman agar dapat memperdalam ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lain. Hal itu sesuai perintah Habib Umar bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad.

Saat menginjak usia 17 tahun, dia pergi ke Mekkah atas perintah sang ayah. Dia tinggal di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW selama dua tahun. Setelah itu, dia kembali lagi ke Seiwun sebagai seorang alim dan ahli pendidikan.

Keahlian itu membuat Habib Ali menjadi pusat perhatian. Dia kemudian mendapat amanah untuk memimpin majelis ilmu, lembaga pendidikan, serta pertemuan-pertemuan besar yang diadakan pada masa itu.

Baca Juga: Apakah Habaib Lebih Mulia dari Hamba Allah yang Lain?

Dia menjalankan amanah tersebut dengan baik. Dia berhasil menghidupkan ilmu pengetahuan agama yang sebelumnya banyak dilupakan, mengumpulkan, mengarahkan, dan mendidik para siswa agar menuntut ilmu.

Saat berusia 37 tahun, Habib Ali membangun ribath (pondok pesantren) pertama di Hadramaut. Ribath itu diperuntukkan untuk para penuntut ilmu dari dalam dan luar kota. Ribath itu menyerupai masjid terletak di sebelah timur halaman Masjid Abdul Malik. Dia menggratiskan santri yang menuntut ilmu di tempat tersebut.

Baca Juga: Syekh Ibrahim Musa Parabek, Ulama Pembaharu dan Pejuang dari Minangkabau

Saat berusia 44 tahun, dia membangun Masjid Riyadh di Kota Seiwun pada 1303 H. pada Syawal 1305 H, dia menggubah sebuah syair tentang Masjid Riyadh. Dia mengatakan, ‘Dalam Masjid Riyadh terdapat cahaya rahasia dan keberkahan Nabi Muhammad SAW’.

Saat berusia menginjak 68 tahun, Habib Ali mengarang sebuah kitab maulid yang diberi judul Simtudduror. Kitab itu masyhur dan dibaca di Hadramaut, Indonesia, hingga Afrika. Dia mengarang kitab itu pada Kamis, 26 Shafar 1327 H dan menyempurnakannya pada 10 Rabiul Awal 1327 H.

Mengutip laman resmi Pondok Pesantren Al-Itqon, selain Kitab Maulid Simtudduror, dia juga memiliki karya lain yang disusun langsung maupun murid-muridnya, pengikut, ataupun keturunannya. Di antaranya adalah kitab-kitab kumpulan amalan yang berisi wirid, hizib, ratib, dan lain sebagainya. Sebagian besar berasal dari Al-Qur’an, Hadits, dan amalan para ulama terkemuka

Dua tahun sebelum wafat, Habib Ali kehilangan penglihatan. Hingga pada waktu Dzuhur Ahad, 20 Rabi’ul Akhir 1333 H/7 Februari 1915 M, di Kota Seiwun, Hadramaut, dia meninggal dunia. Jenazahnya dishalatkan di halaman Masjid Riyadh pada Senin, 21 Rabi’ul Akhir 1333 H dan dikebumikan di sebelah barat Masjid Riyadh.

Baca Juga: Muhammad bin Chakroun, Penerjemah Quran dan Tafsir Pertama ke Bahasa Prancis

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi meninggalkan lima anak dari dua istri. Salah satu dari anaknya ada yang menetap di Solo, Jawa Tengah yakni Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi yang merupakan pendiri Masjid Riyadh, Solo.

Nama masjid yang didirikan di Solo itu sama dengan nama masjid yang didirikan Habib Ali di Hadramaut. Habib Alwi pun kerap menyelenggarakan haul Habib Ali di Kota Solo. Setiap tahun, haul tersebut dihadiri ribuan jamaah.

Selain haul, Habib Alwi juga menyelenggarakan kegiatan ibadah dan taklim di Masjid Riyadh, Solo. Itu membuat masjid tersebut ramai dikunjungi jamaah hingga saat ini.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 25 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)