LANGIT7.ID, Jakarta - Pejabat senior
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau semua negara untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan, terkait Covid-19, yakni pembatasan masuk berbasis sains yang bersifat proporsional serta tidak diskriminatif.
Direktur regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge menyampaikan imbauan tersebut bagi negara-negara di kawasan yang saat ini mengadopsi langkh-langkah pencegahan di sektor perjalanan.
"Kami mengimbau agar keputusan itu didasarkan pada sains, bersifat proporsional, dan tidak diskriminatif," ujar Kluge dikutip Rabu (11/1/2022).
Baca juga: Pemerintah Diminta Awasi Turis China Jika Masuk ke Indonesia Secara ilmiah, kata Kaluge tidak ada ancaman langsung bagi kawasan Eropa saat ini. Hal itu, berdasarkan informasi yang didapatkan dari China. "Karena varian virus yang menyebar di China juga menyebar di Eropa," tambahnya.
"Kami sependapat dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) bahwa lonjakan yang sedang berlangsung di China diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap situasi epidemiologis
Covid-19 di Kawasan Eropa WHO saat ini," ujarnya.
Selain itu, Kluge juga menegaskan pentingnya pengawasan ilmiah dan mengkritik sejumlah negara tertentu di kawasan tersebut, yang secara signifikan mengurangi kapasitas pengawasan mereka untuk pendeteksian Covid-19.
"Berbahaya jika kita mengabaikan aspek signifikan lainnya dari evolusi virus itu, seperti varian rekombinan Omicron XBB.1.5, yang telah menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Amerika Serikat dan saat ini meluas di kawasan Eropa," terangnya.
Baca juga: Menparekraf Sesuaikan Strategi Pengembangan Pariwisata di Tengah Ancaman Resesi Dengan begitu, Kluge mengimbau semua negara untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar lagi, termasuk meningkatkan cakupan vaksin pada populasi umum serta memberikan dosis vaksin tambahan kepada kelompok prioritas.
"Selain itu, juga mendorong pemakaian masker baik di dalam ruangan maupun di transportasi umum, memastikan perputaran udara di tempat ramai dan tempat umum, serta menyediakan pengobatan yang dilakukan lebih awal dan dengan tepat bagi pasien yang berisiko mengidap penyakit parah," paparnya.
(sof)