Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Percaya Diri
Muhajirin
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Setiap orangtua pasti menginginkan anak yang cerdas dan percaya diri. Itu bisa dicapai jika memperhatikan pola pendidikan anak sejak dini. Orang tua harus pandai mengelola emosi, sabar, dan ikhlas saat berhadapan dengan buah hati.
Menurut pakar neuroparenting, dr Aisah Dahlan, cara efektif mendidik anak adalah mengajaknya mengobrol, meski hanya sebentar. Mengontrol emosi juga sangat penting. Emosi orang tua bisa menular kepada anak.
"Yang luar biasa, ada penelitian jika ibu rileks, anak bisa tiga kali lebih rileks. Ibunya senang, anaknya tiga kali lipat senang. Ibunya tenang, anak tiga kali lipat tenang. Begitu juga sebaliknya. Ibunya marah, anaknya bisa tiga kali lipat marah. Untungnya yang negatif-negatif ini jalannya lambat dalam penularan," katanya melalui kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Rabu (26/1/2022).
Hal itu dikarenakan dalam tubuh manusia terdapat vibrasi (gelombang atau getaran) yang bisa menular. Dalam tubuh manusia bukan hanya badan seluler, tapi ada juga badan bioplasmik.
Tubuh manusia itu keluar cahaya, atau keluar namanya gelombang elektromagnetik. Badan bioplasmik itu keluar melalui pembuluh meridian, sel, badan seluler, lalu sistem saraf.
"Apa yang kita emosikan itu akan jalan ke badan, bekerjasama dengan jantung, lalu memancarkan keluar, menular sekeliling. Lalu kenapa anak bisa tiga kali lipat, karena sinyal anak sama dengan bunda, makanya doa ibu kepada anak sangat dahsyat," kata Aisha Dahlan.
Selain itu, untuk menjadikan anak cerdas dan percaya diri, orang tua terlebih dahulu memahami tiga karakter anak yakni cuek, introvert, dan ekspresif. Tipe cuek tak mempermasalahkan jika orang tua marah.
Menurut pakar neuroparenting, dr Aisah Dahlan, cara efektif mendidik anak adalah mengajaknya mengobrol, meski hanya sebentar. Mengontrol emosi juga sangat penting. Emosi orang tua bisa menular kepada anak.
"Yang luar biasa, ada penelitian jika ibu rileks, anak bisa tiga kali lebih rileks. Ibunya senang, anaknya tiga kali lipat senang. Ibunya tenang, anak tiga kali lipat tenang. Begitu juga sebaliknya. Ibunya marah, anaknya bisa tiga kali lipat marah. Untungnya yang negatif-negatif ini jalannya lambat dalam penularan," katanya melalui kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Rabu (26/1/2022).
Hal itu dikarenakan dalam tubuh manusia terdapat vibrasi (gelombang atau getaran) yang bisa menular. Dalam tubuh manusia bukan hanya badan seluler, tapi ada juga badan bioplasmik.
Tubuh manusia itu keluar cahaya, atau keluar namanya gelombang elektromagnetik. Badan bioplasmik itu keluar melalui pembuluh meridian, sel, badan seluler, lalu sistem saraf.
"Apa yang kita emosikan itu akan jalan ke badan, bekerjasama dengan jantung, lalu memancarkan keluar, menular sekeliling. Lalu kenapa anak bisa tiga kali lipat, karena sinyal anak sama dengan bunda, makanya doa ibu kepada anak sangat dahsyat," kata Aisha Dahlan.
Selain itu, untuk menjadikan anak cerdas dan percaya diri, orang tua terlebih dahulu memahami tiga karakter anak yakni cuek, introvert, dan ekspresif. Tipe cuek tak mempermasalahkan jika orang tua marah.