Tarim, Taman Surga yang Dihuni Orang-Orang Shaleh
Muhajirin
Kamis, 10 Februari 2022 - 17:03 WIB
Kota Tarim di Yaman (foto: Wikimedia Commons)
Kota Tarim merupakan kota yang berada jauh di sisi timur Saiun, dengan jarak 35 km. Kota ini dikelilingi bukit dan perkebunan kurma. Kota tarim atau Trim termasuk kota lama.
Nama Tarim, menurut satu riwayat, diambil dari nama seorang raja bernama Tarim bin Hadramaut. Dia juga disebut Tarim al-Ghanna atau kota Tarim yang rindang karena banyak pepohonan dan sungai.
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan bercerita tentang keshalihan dan ketinggian ilmu para salaf shalih yang ada di kota tersebut. Dia menyebut Tarim sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW. Penduduknya pun telah memeluk Islam pada zaman beliau.
Dalam Kitab Shahih Bukhari disebut tentang penduduk Hadramaut yang datang kepada baginda nabi. Rasulullah SAW juga beberapa kali menyebut kota tersebut. Salah satu penyebab keberkahan kota ini berkat doa dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Saat banyak umat Islam di pelosok murtad selepas Rasulullah wafat, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengirim pasukan untuk memerangi mereka. Pasukan paling terkenal berangkat ke Yamamah memerangi Musailamah al-Kadzab. Ada pula pasukan yang ke Hadramaut.
Ketika masuk ke Hadramaut, pasukan Abu Bakar Ash-Shiddiq masuk dari Bukit Khaile. Namun, saat memasuki kota, mereka tidak mendapati seorang pun penduduk Tarim yang murtad. Mereka justru membantu para sahabat berjihad melawan orang-orang murtad.
"Banyak sahabat nabi yang dimakamkan di Hadramaut. Di saba ada makam Said bin Abbad bin Bisyr al-Anshari. Di Zambal, ada sebuah lahan yang dipenuhi makam tua, makam para sahabat ahlu badar," kata Habib Jindan saat berbincang dengan Habib Ja'far, melalui kanal Jeda Nulis, dikutip Kamis (10/2/2022).
Nama Tarim, menurut satu riwayat, diambil dari nama seorang raja bernama Tarim bin Hadramaut. Dia juga disebut Tarim al-Ghanna atau kota Tarim yang rindang karena banyak pepohonan dan sungai.
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan bercerita tentang keshalihan dan ketinggian ilmu para salaf shalih yang ada di kota tersebut. Dia menyebut Tarim sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW. Penduduknya pun telah memeluk Islam pada zaman beliau.
Dalam Kitab Shahih Bukhari disebut tentang penduduk Hadramaut yang datang kepada baginda nabi. Rasulullah SAW juga beberapa kali menyebut kota tersebut. Salah satu penyebab keberkahan kota ini berkat doa dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Saat banyak umat Islam di pelosok murtad selepas Rasulullah wafat, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengirim pasukan untuk memerangi mereka. Pasukan paling terkenal berangkat ke Yamamah memerangi Musailamah al-Kadzab. Ada pula pasukan yang ke Hadramaut.
Ketika masuk ke Hadramaut, pasukan Abu Bakar Ash-Shiddiq masuk dari Bukit Khaile. Namun, saat memasuki kota, mereka tidak mendapati seorang pun penduduk Tarim yang murtad. Mereka justru membantu para sahabat berjihad melawan orang-orang murtad.
"Banyak sahabat nabi yang dimakamkan di Hadramaut. Di saba ada makam Said bin Abbad bin Bisyr al-Anshari. Di Zambal, ada sebuah lahan yang dipenuhi makam tua, makam para sahabat ahlu badar," kata Habib Jindan saat berbincang dengan Habib Ja'far, melalui kanal Jeda Nulis, dikutip Kamis (10/2/2022).