Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Tahun Ini
Jaja Suhana
Selasa, 22 Februari 2022 - 22:35 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antaranews)
Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) Sri Mulyani optimis ekonomi Indonesia tumbuh di 2022 pada kisaran 4,8 hingga 5,5 persen. Terlebih menurut IMF tumbuh 5,6 persen dan World Bank 5,2 persen.
"Tentu ada faktor yang menentukan tercapainya target tersebut. Hal ini harus jadi perhatian dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi 2022," ujar Sri Mulyani dalam siaran pers, Selasa (22/2/2022).
Baca juga:Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen meski Ada Omicron
Menkeu mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia terus mengalami surplus selama 21 bulan berturut-turut. Pada Januari 2022, Indonesia membukukan suplus 0,93 Miliar Dollar Amerika Serikat. "Ini salah satu yang meningkatkan ketahan ekonomi Indonesia," katanya.
Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan recovery Indonesia sangat kuat setelah varian Delta di kuartal terakhir tahun 2021sehingga berdampak pada Indeks kepercayaan masyarakat yang cukup bagus. Pada kuartal keempat, Indonesia mengalami kenaikan kembali di atas empat persen. Hal itu menggambarkan bahwa pemulihan ekonomi sudah pada ritme dan arah yang tepat.
"Aktivitas masyarakat memang menurun akibat kenaikan omicron, namun tidak berpengaruh pada level confident konsumen. Masyarakat sudah mulai terbiasa menyesuaikan berbagai aktivitas," ungkap Sri Mulyani.
Baca juga:Sri Mulyani Sebut Sumber Pemulihan Ekonomi 2023 Berasal dari Non-APBN
"Tentu ada faktor yang menentukan tercapainya target tersebut. Hal ini harus jadi perhatian dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi 2022," ujar Sri Mulyani dalam siaran pers, Selasa (22/2/2022).
Baca juga:Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen meski Ada Omicron
Menkeu mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia terus mengalami surplus selama 21 bulan berturut-turut. Pada Januari 2022, Indonesia membukukan suplus 0,93 Miliar Dollar Amerika Serikat. "Ini salah satu yang meningkatkan ketahan ekonomi Indonesia," katanya.
Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan recovery Indonesia sangat kuat setelah varian Delta di kuartal terakhir tahun 2021sehingga berdampak pada Indeks kepercayaan masyarakat yang cukup bagus. Pada kuartal keempat, Indonesia mengalami kenaikan kembali di atas empat persen. Hal itu menggambarkan bahwa pemulihan ekonomi sudah pada ritme dan arah yang tepat.
"Aktivitas masyarakat memang menurun akibat kenaikan omicron, namun tidak berpengaruh pada level confident konsumen. Masyarakat sudah mulai terbiasa menyesuaikan berbagai aktivitas," ungkap Sri Mulyani.
Baca juga:Sri Mulyani Sebut Sumber Pemulihan Ekonomi 2023 Berasal dari Non-APBN