Dorong Pembangunan Berkelanjutan Inklusif, Pemerintah Fokus Ekonomi Hijau
Mahmuda attar hussein
Kamis, 24 Februari 2022 - 15:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa).
Pemerintah menetapkan ekonomi hijau sebagai strategi utama dalam transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang. Hal ini menjadi kunci pemulihan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu tidak lepas dari dorongan positif sektor usaha terkait energi baru dan terbarukan (EBT).
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 3,69 persen secara tahunan (yoy) pada 2021, menjadi optimisme yang bisa kita bawa di tahun ini," katanya di acara Green Economy Outlook 2022: Arah Kebijakan Indonesia dan Tantangan dalam Mewujudkan Green Economy, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen meski Ada Omicron
Menurut dia, PDB riil yang telah melewati level pra pandemi, menjadikan Indonesia masuk sebagai negara upper middle income country. Dengan dorongan positif dari sektor usaha terkait EBT.
Dia menambahkan, capaian target Indonesia membutuhkan kebijakan terhadap akses teknologi, pembiayaan, dan pertimbangan cost energy yang terjangkau bagi masyarakat.
Karena itulah dia menilai, peran pembiayaan hijau menjadi penting, termasuk pada pembiayaan melalui APBN, Green Sukuk, maupun instrumen lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu tidak lepas dari dorongan positif sektor usaha terkait energi baru dan terbarukan (EBT).
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 3,69 persen secara tahunan (yoy) pada 2021, menjadi optimisme yang bisa kita bawa di tahun ini," katanya di acara Green Economy Outlook 2022: Arah Kebijakan Indonesia dan Tantangan dalam Mewujudkan Green Economy, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen meski Ada Omicron
Menurut dia, PDB riil yang telah melewati level pra pandemi, menjadikan Indonesia masuk sebagai negara upper middle income country. Dengan dorongan positif dari sektor usaha terkait EBT.
Dia menambahkan, capaian target Indonesia membutuhkan kebijakan terhadap akses teknologi, pembiayaan, dan pertimbangan cost energy yang terjangkau bagi masyarakat.
Karena itulah dia menilai, peran pembiayaan hijau menjadi penting, termasuk pada pembiayaan melalui APBN, Green Sukuk, maupun instrumen lainnya.