LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah menetapkan
ekonomi hijau sebagai strategi utama dalam transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang. Hal ini menjadi kunci pemulihan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu tidak lepas dari dorongan positif sektor usaha terkait energi baru dan terbarukan (EBT).
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 3,69 persen secara tahunan (yoy) pada 2021, menjadi optimisme yang bisa kita bawa di tahun ini," katanya di acara Green Economy Outlook 2022: Arah Kebijakan Indonesia dan Tantangan dalam Mewujudkan Green Economy, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen meski Ada OmicronMenurut dia, PDB riil yang telah melewati level pra pandemi, menjadikan Indonesia masuk sebagai negara upper middle income country. Dengan dorongan positif dari sektor usaha terkait EBT.
Dia menambahkan, capaian target Indonesia membutuhkan kebijakan terhadap akses teknologi, pembiayaan, dan pertimbangan cost energy yang terjangkau bagi masyarakat.
Karena itulah dia menilai, peran pembiayaan hijau menjadi penting, termasuk pada pembiayaan melalui APBN, Green Sukuk, maupun instrumen lainnya.
"Untuk itu, pemerintah membutuhkan dorongan dengan lembaga internasional terkait kelestarian alam, demi mendukung blended finance," katanya
Dia berharap, Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup yang telah didirikan juga bisa mendorong terbitnya pengembangan perdagangan karbon secara transparan.
(bal)