home global news

Habib Abdurrahman: Budaya Dibolehkan Asal Tak Bertentangan Syariat

Kamis, 24 Februari 2022 - 15:25 WIB
Habib Abdurrahman Al-Habsyi. Foto: Istimewa
Suatu peradaban tentu memiliki budaya yang menjadi ciri khas masing-masing. Budaya memiliki nilai-nilai luhur, sejalan dengan keyakinan yang dianut sebagian besar warga di suatu tempat.

Menurut Habib Abdurrahman Al-Habsyi banyak budaya atau tradisi di Indonesia yang menunjukan nilai kebaikan. Namun, budaya tidak diperbolehkan apabila bertentangan dengan syariat.

Baca Juga:Sandal Tertukar di Masjid, Bolehkah Pakai Sandal Orang Lain?

"Jika budaya atau tradisi tidak bertentangan dengan syariah, maka menurut Imam Syafi'i, itu menjadi al adah al muhakkamah. Artinya kebiasaan masyarakat yang bisa menjadi sandaran hukum," ungkap Habib Abdurrahman kepada Langit7, Kamis (24/2/2022).

Habib mencontohkan tradisi halal bihalal di Indonesia. Dalam sunnah ataupun syariah tidak ada konsep tersebut. Tetapi, ketika halal bihalal diniatkan untuk menjalin hubungan silaturahim, maka tidak hanya diperbolehkan tetapi bisa jadi sunnah bahkan wajib.

Bericara konsep syariah, maka tidak semua murni dibawa oleh Nabi Muhammad, tetapi sebagian merupakan keberlanjutan dari syariat nabi-nabi sebelumnya. "Misalnya tawaf, umat-umat terdahulu juga bertawaf. Syariat tawaf telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Panggilan haji pun demikian, sudah ada semenjak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihissalam.

Baca Juga:Jangan Dulu Investasi Sebelum Tahu Aturan sesuai Syariat
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
habib abdurrahman al-habsyi wawancara khusus budaya islam syariat islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya