LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam diminta berhati-hati dalam
berinvestasi sebelum tahu aturan sesuai syariat. Hal ini penting agar bisnis berkah dan aman untuk jangka panjang.
Investasi dalam Islam tidak boleh mengandung unsur spekulasi atau ketidakpastian yang malah mendekati prinsip perjudian (untung-untungan).
Penceramah, Buya Yahya, menekankan bahwa investasi penanaman modal juga tidak boleh mendahului Allah SWT. Artinya, seseorang tidak boleh menjanjikan keuntungan yang sudah dipastikan besarannya kepada investor.
Baca Juga: Pahami Aturan Kredit sesuai Syariat, Tak Boleh Ada Denda"Pembagian rezekinya itu tidak bisa dipastikan, karena seolah-olah pasti beruntung dan ini namanya mendahului Allah SWT," kata dia dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (17/2/2022).
Hal inilah yang mendasari pentingnya umat memahami investasi dalam Islam, sehingga terhindar dari kesalahan yang bahkan dapat menyebabkan kerugian.
"Ini adalah hal-hal yang membahayakan diri Anda. Pembagian begitu tidak sehat dan tidak dibenarkan, karena cara pembagian yang seharusnya itu dihitung berdasarkan hasil yang dipresentase dari modal yang ditanam," ujarnya.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menegaskan, dalam investasi tidak hanya membagi keuntungan bersama, tapi juga kerugian yang ditanggung secara bersama.
"Jadi tidak bisa dipastikan nominal keuntungannya diawal investasi, ini mendahului Allah dan ujungnya adalah kehancuran," katanya.
Dia juga mengingatkan, sebelum berinvestasi hal yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa uang yang akan diinvestasikan berasal dari sumber yang halal.
Selain itu, investasi penanaman modal juga harus ditujukan kepada sebuah perusahaan dan proyek yang halal pula.
"Jadi jangan asal, Anda harus tahu di bidang dan dalam hal apa uang investasi itu akan diputar, sehingga menjadi halal," ujarnya.
Pria bernama lengkap Yahya Zainul Ma'arif itu mengimbau, agar umat tidak ikut-ikutan tren investasi yang tengah berkembang di masyarakat. Hal itu dilakukan demi menghindari sifat tamak yang muncul karena tergiur akan janji manusia.
"Anda sekarang misalnya tergiur sebuah investasi dengan nominal keuntungan yang telah ditetapkan. Nanti giliran Anda tidak dapatkan malah hilang dan hanya bisa menangis, ini karena melanggar Allah. Jadi hati-hati dan lebih baik tidak usah ikut-ikutan," imbaunya.
(bal)