Isra Mi’raj Mengandung Hikmah Luasnya Ilmu Allah
Fajar adhitya
Selasa, 01 Maret 2022 - 12:45 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Isra Mi’raj adalah fenomena yang mengungkap luasnya ilmu Allah. Perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu naik ke Sidratul Muntaha mengandung hikmah yang luar biasa tentang kehidupan lain di luar jangkauan pancaindra manusia.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Peradaban Islam, KH Jeje Zaenudin mengungkapkan, hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj ialah agar kaum Muslim tidak terperosok kepada keterbatasan wawasan ilmu dan pengalaman hidup yang hanya diperoleh dari peristiwa dan fenomena dunia materi di bumi saja. Kiai Jeje mengungkapkan bahwa ilmu dan kehidupan amatlah luas.
“Ada fenomena dan kehidupan lain yang tidak terbatas dan di luar panca indra manusia. Itulah pengalaman Isra Miraj Rasulullah SAW,” ujarnya dikutip MUIDigital, Selasa (1/3/2022).
Baca Juga:Bisakah Memahami Isra Mi’raj Lewat Pendekatan Sains?
Kiai Jeje menjelaskan, keterbatasan ilmu, wawasan, dan pengalaman manusia di dunia menyebabkan manusia berpikir sempit, mudah putus asa, dan dikuasai oleh kesedihan. Dengan wawasan dan berpikir luas, maka akan menjadi luas juga harapan atas nikmat karunia Allah.
Sebab, lanjutnya, tidak ada yang sulit dan berat bagi Allah untuk mengubah segala situasi dan kondisi yang sedang dijalani hamba-hambanya.
Baca Juga:Makna Isra Miraj bagi Menag: Jangan Saling Menjatuhkan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Peradaban Islam, KH Jeje Zaenudin mengungkapkan, hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj ialah agar kaum Muslim tidak terperosok kepada keterbatasan wawasan ilmu dan pengalaman hidup yang hanya diperoleh dari peristiwa dan fenomena dunia materi di bumi saja. Kiai Jeje mengungkapkan bahwa ilmu dan kehidupan amatlah luas.
“Ada fenomena dan kehidupan lain yang tidak terbatas dan di luar panca indra manusia. Itulah pengalaman Isra Miraj Rasulullah SAW,” ujarnya dikutip MUIDigital, Selasa (1/3/2022).
Baca Juga:Bisakah Memahami Isra Mi’raj Lewat Pendekatan Sains?
Kiai Jeje menjelaskan, keterbatasan ilmu, wawasan, dan pengalaman manusia di dunia menyebabkan manusia berpikir sempit, mudah putus asa, dan dikuasai oleh kesedihan. Dengan wawasan dan berpikir luas, maka akan menjadi luas juga harapan atas nikmat karunia Allah.
Sebab, lanjutnya, tidak ada yang sulit dan berat bagi Allah untuk mengubah segala situasi dan kondisi yang sedang dijalani hamba-hambanya.
Baca Juga:Makna Isra Miraj bagi Menag: Jangan Saling Menjatuhkan