home edukasi & pesantren

Gus Baha: Bahaya Bertasawuf Jika Tidak Dibarengi Fikih

Kamis, 24 Maret 2022 - 16:39 WIB
KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (foto: istimewa)
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menekankan, sangat berbahaya belajar tasawuf tapi tidak dibarengi dengan ilmu fikih. Dia mengutip perkataan Imam Syafi’i, orang tasawuf yang tidak mengerti fikih akan menjadi kafir zindiq. Sementaraahli fikih yang tidak bertasawuf akan menjadi fasik.

Teori yang disampaikan Imam Syafi’i penting dipahami segenap umat Islam. Sebab, jika bertasawuf tidak dibarengi fikih, semua aturan agama akan diturunkan oleh keinginan menjadi wali.

Salah satu contoh penyimpangan tasawuf ini adalah para sufi tidak berbicara mengenai materi. Padahal, Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk berjihad menggunakan harta. Allah berfirman:

“Dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu.” (QS At-Taubah: 41).

Baca juga: Wajah Tasawuf di Muhammadiyah, Tersembunyi di Balik Tembok Megah

Dalam perjuangan dakwah, kata Gus Baha, materi tidak bisa dinafikan. Uang menjadi salah satu penunjang penting dalam perjalanan dakwah Islam. Demikian pula banyak ibadah yang membutuhkan materi seperti sedekah.

“Karena kita ingin menjaga fikih, kalau semua orang lebih banyak orang tasawuf. Karena Hidup itu tidak bisa kalau tidak melibatkan rezeki,” kata Gus Baha dalam salah tausiahnya di kanal Hadrunnabi, dikutip Kamis (24/3/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
fikih gus baha tasawuf fikih kontemporer
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya