Gubernur Jatim: Pesantren Episentrum Peradaban Islam
Muhajirin
Senin, 28 Maret 2022 - 10:00 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (foto: Kominfo Prov. Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pesantren merupakan bagian dari pilar-pilar yang melahirkan ulama. Dunia pesantren adalah episentrum dari peradaban Islam dunia.
Ini diungkapkan gubernur kala menghadiri Pengajian Umum memperingati Harlah ke-26 Ponpes Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Gubernur menceritakan, Syekh Dr. Yusuf al-Qaradawi, seorang cendekiawan muslim Mesir pernah menyampaikan nantinya referensi Islam dunia pusatnya ada di Indonesia.
Baca juga: Ma'ruf Amin : Perempuan Perlu Optimalkan Kepemimpinan Menuju Era Masyarakat 5.0
"Jika melihat banyaknya pondok pesantren serta tempat pendidikan Islam di Jawa Timur, maka miqatnya referensi Islam dunia adalah Jawa Timur," ungkapnya, dikutip Senin (28/2/2022).
Karena itulah, menurut Gubernur, sejak dua tahun lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempersiapkan Indonesian Islamic Science Park.
Gubernur berharap, kitab-kitab karya ulama dulu, yang mungkin sekarang ada di pondok-pondok pesantren agar diizinkan pihak keluarga pondok untuk di-scan sehingga bisa di-digitalkan.
Ini diungkapkan gubernur kala menghadiri Pengajian Umum memperingati Harlah ke-26 Ponpes Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Gubernur menceritakan, Syekh Dr. Yusuf al-Qaradawi, seorang cendekiawan muslim Mesir pernah menyampaikan nantinya referensi Islam dunia pusatnya ada di Indonesia.
Baca juga: Ma'ruf Amin : Perempuan Perlu Optimalkan Kepemimpinan Menuju Era Masyarakat 5.0
"Jika melihat banyaknya pondok pesantren serta tempat pendidikan Islam di Jawa Timur, maka miqatnya referensi Islam dunia adalah Jawa Timur," ungkapnya, dikutip Senin (28/2/2022).
Karena itulah, menurut Gubernur, sejak dua tahun lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempersiapkan Indonesian Islamic Science Park.
Gubernur berharap, kitab-kitab karya ulama dulu, yang mungkin sekarang ada di pondok-pondok pesantren agar diizinkan pihak keluarga pondok untuk di-scan sehingga bisa di-digitalkan.