Cegah Serangan Phishing Jelang Ramadhan saat Belanja Online
Ummu hani
Rabu, 30 Maret 2022 - 16:35 WIB
Ilustrasi jebakan phishing. (Foto: Langit7.id/iStock)
Aktivitas kejahatan siber terkadang tak bisa dihindari. Berbagai upaya terus dilakukan peretas untuk mendapatkan keuntungan dengan mencuri data pribadi korbannya.
Salah satu momentum yang dimanfaatkan para peretas adalah saat Ramadhan. Setiap umat Islam di seluruh dunia tentu akan melakukan kegiatan berbelanja guna memenuhi kebutuhan selama puasa hingga lebaran.
Baca Juga:Waspada, Nasabah BCA Kehilangan Rp135 Juta Akibat Skimming
Kondisi pandemi yang belum usai memungkinkan masyarakat masih berbelanja secara online. Momen tersebut dimanfaatkan peretas dengan menawarkan promo besar-besaran belanja online.
Alih-alih menyediakan barang yang dapat dibeli, tawaran promosi tersebut justru metode phishing. Pelaku akan menyebarkan tautan situs palsu yang bisa mencuri informasi pribadi korban.
Manajer umum Kaspersky di Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong mengatakan saat ini teknik penyebaran phishing bukan lagi secara acak. Penjahat siber memperhatikan tren hingga hari besar setiap negara. "Belanja online dan pembayaran elektronik adalah bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan," ujarnya dikutip dalam siaran pers, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga:Ini Cara Tidak Tertipu Belanja Online jelang Ramadhan
Salah satu momentum yang dimanfaatkan para peretas adalah saat Ramadhan. Setiap umat Islam di seluruh dunia tentu akan melakukan kegiatan berbelanja guna memenuhi kebutuhan selama puasa hingga lebaran.
Baca Juga:Waspada, Nasabah BCA Kehilangan Rp135 Juta Akibat Skimming
Kondisi pandemi yang belum usai memungkinkan masyarakat masih berbelanja secara online. Momen tersebut dimanfaatkan peretas dengan menawarkan promo besar-besaran belanja online.
Alih-alih menyediakan barang yang dapat dibeli, tawaran promosi tersebut justru metode phishing. Pelaku akan menyebarkan tautan situs palsu yang bisa mencuri informasi pribadi korban.
Manajer umum Kaspersky di Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong mengatakan saat ini teknik penyebaran phishing bukan lagi secara acak. Penjahat siber memperhatikan tren hingga hari besar setiap negara. "Belanja online dan pembayaran elektronik adalah bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan," ujarnya dikutip dalam siaran pers, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga:Ini Cara Tidak Tertipu Belanja Online jelang Ramadhan