LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu nasabah BCA bernama Hebbie Agus Kurnia, mengaku telah kehilangan uang tabungan senilai Rp135 juta dari rekeningnya. Melalui akun media sosial pribadi miliknya, dia melaporkan adanya aktivitas penarikan uang misterius via ATM dari akun bank-nya.
Hebbie mengatakan, penarikan uang tersebut terdeteksi dilakukan di Surabaya, sementara dia saat itu sedang berada di Bandung. "Hari ini, gue baru sadar kalau isi tabungan gue pribadi, dibobol sama orang tak bertanggungjawab. Dan gue ngga pernah nyangka, justru ini rekening @goodlifebca," ujar Hebbie, dikutip
Langit7.id dari akun Twitter pribadinya @hebosto, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga: Ini Cara Tidak Tertipu Belanja Online jelang RamadhanSetelah ditindaklanjuti oleh pihak BCA, permasalahan hilangnya uang tabungan nasabah tersebut diakibatkan karena kartu ATM milik Hebbie terkena Skimming. Saat ini, uang tabungan yang hilang karena Skimming itu sudah diganti oleh pihak BCA secara penuh.
Lantas apa itu Skimming? Melansir dari situs resmi
BCA, Rabu (30/3/2022) Skimming merupakan tindak pencurian informasi kartu debit atau kredit. Tindakan ini dilakukan dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu.
Strip magnetik kartu adalah garis lebar berwarna hitam memanjang yang terletak di bagian belakang kartu debit atau kredit. Strip magnetik berfungsi untuk tempat menyimpan informasi mengenai kartu debit atau kredit.
Baca Juga: Tips Amankan Akun Mobile Banking dari PeretasanAdapun proses Skimming mencuri informasi kartu kredit atau debit dilakukan menggunakan alat khusus yang disebut Skimmer. Alat tersebut oleh pencuri biasanya bakal ditempelkan pada slot kartu di mesin ATM.
Skimmer biasa dibuat menyerupai bentuk slot kartu ATM, sehingga sekilas terlihat sama. Saat kartu dimasukan ke ATM, Skimmer yang ditempelkan tersebut akan merekam informasi dari kartu korban.
Selanjutnya, pelaku
Skimming juga meletakkan spy camera (kamera pengintai) secara tersembunyi. Spy camera yang berukuran kecil ini terletak di daerah mesin ATM untuk merekam PIN yang dimasukkan nasabah.
Pelaku akan melakukan duplikasi kartu ATM tersebut menggunakan data yang telah didapatkan dari Skimmer ke kartu lain yang masih kosong. Kartu yang diduplikat dipakai pelaku untuk bertransaksi dengan dukungan PIN yang telah diperoleh melalui rekaman dari perangkat spy camera.
Baca Juga:
Pemalsu Hasil Swab, Begini Cara Sindikat Masuk ke Sistem PeduliLindungi
Tips Amankan Akun Media Sosial dari Peretasan(asf)