LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah warganet mengeluhkan adanya iklan yang berisi tawaran untuk menjadi nasabah
BCA Prioritas. Alih-alih mendapatkan layanan, calon nasabah justru menjadi korban
phishing.
Salah satu warganet dengan nama akun Twitter @achietmokoginta, mengeluhkan uang sang adik terkuras Rp118 juta dalam waktu kurang dari 30 menit usai mengklik iklan yang ada di Instagram. "Temen temen info, ya, kalau ada iklan ini jangan diklik. Adek gue kena Rp118 juta cuma dalam kurang 30 menit aja. Dear @BankBCA ini menggunakan alamat dan nama kalian, bukannya untuk mobile banking ada limit harian?" cuitnya.
Baca Juga: Microsoft Office Rentan Diretas, Ini Cara MengatasinyaDalam iklan palsu tersebut, ada syarat yang disertakan untuk menjadi nasabah BCA Prioritas. Nasabah hanya perlu memiliki saldo mengendap Rp10 juta pada tabungan/giro, dan memiliki m-banking BCA.
Menanggapi kasus tersebut, pakar keamanan siber Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan dan Komunikasi CISSReC, Pratama Persadha, menyebut kasus ini menggunakan model
phishing. "Kasus ini tak hanya lewat di Instagram, tapi juga Facebook. Pelaku menggunakan
tools pada Facebook Ads untuk menyebarkan iklan di Facebook dan Instagram," ujarnya kepada Langit7.id, Rabu (8/6/2022).
Menurut Pratama, pembobolan akun perbankan ini bukan hanya dari mengklik iklan, melainkan interaksi di WhatsApp yang diarahkan pelaku. Dari akun tersebut mereka beriklan dan mengarahkan korban untuk mengirim pesan ke WhatsApp pelaku.
Baca Juga: Waspada Phishing, Ini 3 Cara Identifikasi Link PalsuMelalui WhatsApp, pelaku meminta korban menyerahkan sejumlah informasi terutama info kartu dan internet banking. "Dari sana pelaku menjebol dana nasabah dalam waktu singkat," kata Pratama.
Pratama menjelaskan, kejadian seperti ini tidak pertama kali dialami BCA. Awal 2000an saat klikbca mulai banyak digunakan, juga ada beberapa alamat website palsu yang serupa. "Seperti kIikbca tidak dengan huruf L tapi dengan i besar. Korban juga banyak dari
phishing tersebut," tuturnya.
Lebih lanjut, Pratama menegaskan tindak kejahatan siber seperti ini seharusnya dapat ditelusuri dengan mudah olah pihak terkait. "Ini adalah tindak kejahatan siber dan seharusnya dengan melaporkan ke pihak kepolisian dan BCA, pelaku bisa ditelusuri dengan mudah," ucapnya.
Baca Juga:
Waspada, Peneliti Siber Temukan 3 Aplikasi Android Bisa Curi Pulsa
Jaga Rekening Tetap Aman, Ini 5 Cara Terhindar dari Skimming(asf)