LANGIT7.ID, Jakarta - Aktivitas kejahatan siber terkadang tak bisa dihindari. Berbagai upaya terus dilakukan peretas untuk mendapatkan keuntungan dengan mencuri data pribadi korbannya.
Salah satu momentum yang dimanfaatkan para peretas adalah saat Ramadhan. Setiap umat Islam di seluruh dunia tentu akan melakukan kegiatan berbelanja guna memenuhi kebutuhan selama puasa hingga lebaran.
Baca Juga: Waspada, Nasabah BCA Kehilangan Rp135 Juta Akibat SkimmingKondisi pandemi yang belum usai memungkinkan masyarakat masih berbelanja secara online. Momen tersebut dimanfaatkan peretas dengan menawarkan promo besar-besaran
belanja online.
Alih-alih menyediakan barang yang dapat dibeli, tawaran promosi tersebut justru metode phishing. Pelaku akan menyebarkan tautan situs palsu yang bisa mencuri informasi pribadi korban.
Manajer umum Kaspersky di Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong mengatakan saat ini teknik penyebaran phishing bukan lagi secara acak. Penjahat siber memperhatikan tren hingga hari besar setiap negara. "Belanja online dan pembayaran elektronik adalah bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan," ujarnya dikutip dalam siaran pers, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga: Ini Cara Tidak Tertipu Belanja Online jelang RamadhanPhishing merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan, salah satunya melalui tautan dengan tawaran hadiah menarik. Adapun data yang menjadi sasaran phishing adalah nama, usia, alamat, data akun (username dan password) hingga data finansial (informasi kartu kredit, rekening).
Menurut penelusuran Kaspersky, umumnya halaman
phishing paling sering dirancang untuk meniru toko online adalah 17,61 persen. Diikuti dengan portal internet global (17,27 persen), sistem pembayaran (13,11 persen) dan perbankan (11,11 persen).
Tips Mencegah PhishingKaspersky menyarankan, jangan pernah sesekali mengklik tautan tidak jelas, baik melalui pesan instan, SMS, ataupun email. Sebab, hanya dengan mengklik tautan tersebut, metode phishing bisa langsung dilakukan oleh peretas.
Jika menggunakan dompet digital atau
mobile banking, pastikan saluran komunikasi platform tersebut resmi. Aktifkan pula notifikasi aplikasi perbankan di ponsel agar bisa mengetahui ketika ada aktivitas mencurigakan.
Tentunya, jangan gampang untuk tergiur promo besar-besaran belanja online di hari raya. Hal tersebut belum tentu diselenggarakan oleh pihak yang bertanggungjawab.
Baca Juga:
Tips Amankan Akun Mobile Banking dari Peretasan
Pemalsu Hasil Swab, Begini Cara Sindikat Masuk ke Sistem PeduliLindungi(asf)