Uni Eropa Setujui Antibodi AstraZeneca Cegah Omicron
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 01 April 2022 - 08:57 WIB
Ilustrasi antibodi AstraZeneca untuh mencegah Covid-19 varian Omicron. Foto: Langit7/iStock
Uni Eropa menyetujui penggunaan Long-acting antibody AZD7442 untuk profilaksis atau pencegahan pra-paparan Covid-19 pada populasi luas. Antibodi keluaran Astrazeneca ini diklaim signifikan mengurangi risiko penyebaran Covid-19 bergejala dalam uji klinik fase III PROVENT, dengan perlindungan yang bertahan setidaknya enam bulan.
Antibodi AZD7442 juga diklaim mampu mempertahankan aktivitas penetral yang kuat terhadap subvarian BA.2 Omicron, yang sekarang dominan di Eropa. AZD7442 merupakan obat gabungan tixagevimab dengan cilgavimab yang diproduksi AstraZeneca.
Baca juga: Indonesia Kedatangan 2,7 Juta Vaksin Astrazeneca dari Australia
Persetujuan dari European Medicines Agency menunjukkan penurunan 77% dalam risiko berkembangnya COVID-19 yang bergejala dibandingkan dengan plasebo pada analisis primer dan pengurangan 83% pada analisis median enam bulan. Antibodi ini memberi perlindungan dari virus berlanjut selama setidaknya enam bulan.
“Peningkatan kasus COVID-19, didorong oleh tingginya- subvarian BA.2 yang sangat mudah menular, dan relaksasi aturan kesehatan masyarakat selama pandemi menjadikannya penting untuk melindungi populasi yang rentan, seperti yang mengalami gangguan sistem kekebalan dari infeksi SARS-CoV-2," kata Consulting Physician Infectious Diseases dan Pandemic Officer di University Hospital Rechts der Isar dan profesor pengajar di Technical University of Munich, Munich, Jerman, Christoph D. Spinner, MD.
Ia menambahkan, otoritas kesehatan di Uni Eropa mengidentifikasi populasi yang paling berisiko membutuhkan perlindungan tambahan.
Antibodi AZD7442 juga diklaim mampu mempertahankan aktivitas penetral yang kuat terhadap subvarian BA.2 Omicron, yang sekarang dominan di Eropa. AZD7442 merupakan obat gabungan tixagevimab dengan cilgavimab yang diproduksi AstraZeneca.
Baca juga: Indonesia Kedatangan 2,7 Juta Vaksin Astrazeneca dari Australia
Persetujuan dari European Medicines Agency menunjukkan penurunan 77% dalam risiko berkembangnya COVID-19 yang bergejala dibandingkan dengan plasebo pada analisis primer dan pengurangan 83% pada analisis median enam bulan. Antibodi ini memberi perlindungan dari virus berlanjut selama setidaknya enam bulan.
“Peningkatan kasus COVID-19, didorong oleh tingginya- subvarian BA.2 yang sangat mudah menular, dan relaksasi aturan kesehatan masyarakat selama pandemi menjadikannya penting untuk melindungi populasi yang rentan, seperti yang mengalami gangguan sistem kekebalan dari infeksi SARS-CoV-2," kata Consulting Physician Infectious Diseases dan Pandemic Officer di University Hospital Rechts der Isar dan profesor pengajar di Technical University of Munich, Munich, Jerman, Christoph D. Spinner, MD.
Ia menambahkan, otoritas kesehatan di Uni Eropa mengidentifikasi populasi yang paling berisiko membutuhkan perlindungan tambahan.