Pandemi Jadi Kesempatan Kembalikan Madrasah ke Rumah
Muhajirin
Jum'at, 30 Juli 2021 - 06:34 WIB
ilustrasi orang tua mendampingi anak belajar di rumah (foto: langit7.id/istock)
Pasti ada hikmah di balik musibah. Termasuk pandemi Covid-19 yang tengah melanda Tanah Air dan seluruh dunia. Salah satu hikmah besar dari pandemi adalah mengembalikan fungsi keluarga sebagai madrasah utama bagi anak-anak.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, DR. Dr.Fidiansjah Sp.KJ.MPH dalam webinar yang digelar oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) bertemakan ‘Wahai Umat, jangan Bersedih’ yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis malam (29/7/2021).
“Ada hikmah di balik musibah. Ini kesempatan sebetulnya untuk mendukung kesehatan jiwa anak dan remaja, dan mengingatkan bahwa madrasah utama adalah keluarga. Sekolah memang alat bantu. Tapi pembelajaran di Covid-19 ini mengingatkan para orang tua untuk kembali kepada hakikat utama yakni madrasah utama adalah keluarga itu sendiri,” kata Dokter Fidiansjah.
Kesadaran keluarga sebagai madrasah utama harus dibarengi dengan kesungguhan hati agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru.
“Lepaskanlah segala situasi ini, karena memang kita berada pada situasi harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Hadir dengan kesungguhan hati. Beri anak kesempatan untuk terhubung dengan segala macam interaksi, termasuk kepada keluarga itu sendiri, dan tentu berikan informasi yang tepat,” ucap Dokter Fidiansjah.
Selain itu, dalam menjadikan rumah sebagai madrasah, orang tua perlu komprehensif dalam mendidik anak. Yaitu dengan memperhatikan setiap aspek kecerdasan dalam diri anak agar ia bisa menjadi manusia yang utuh.
“Semua upaya itu harus komprehensif. Kita menggunakan, pertama IQ (kecerdasan intelektual). IQ adalah komponen yang menggunakan akal manusia secara proporsional, baik itu vaksin, metode protokol kesehatan. Itu silahkan IQ yang bekerja,” ucap Dokter Fidiansjah.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, DR. Dr.Fidiansjah Sp.KJ.MPH dalam webinar yang digelar oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) bertemakan ‘Wahai Umat, jangan Bersedih’ yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis malam (29/7/2021).
“Ada hikmah di balik musibah. Ini kesempatan sebetulnya untuk mendukung kesehatan jiwa anak dan remaja, dan mengingatkan bahwa madrasah utama adalah keluarga. Sekolah memang alat bantu. Tapi pembelajaran di Covid-19 ini mengingatkan para orang tua untuk kembali kepada hakikat utama yakni madrasah utama adalah keluarga itu sendiri,” kata Dokter Fidiansjah.
Kesadaran keluarga sebagai madrasah utama harus dibarengi dengan kesungguhan hati agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru.
“Lepaskanlah segala situasi ini, karena memang kita berada pada situasi harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Hadir dengan kesungguhan hati. Beri anak kesempatan untuk terhubung dengan segala macam interaksi, termasuk kepada keluarga itu sendiri, dan tentu berikan informasi yang tepat,” ucap Dokter Fidiansjah.
Selain itu, dalam menjadikan rumah sebagai madrasah, orang tua perlu komprehensif dalam mendidik anak. Yaitu dengan memperhatikan setiap aspek kecerdasan dalam diri anak agar ia bisa menjadi manusia yang utuh.
“Semua upaya itu harus komprehensif. Kita menggunakan, pertama IQ (kecerdasan intelektual). IQ adalah komponen yang menggunakan akal manusia secara proporsional, baik itu vaksin, metode protokol kesehatan. Itu silahkan IQ yang bekerja,” ucap Dokter Fidiansjah.