Mana Lebih Dulu, Puasa Syawal atau Bayar Utang Ramadhan?
Mahmuda attar hussein
Rabu, 04 Mei 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan puasanya selama enam hari di bulan Syawal. Namun, bagaimana ketika masih memiliki utang puasa Ramadhan?
Mana yang harus didahulukan, apakah puasa enam hari Syawal atau bayar utang Ramadhan?
Pendakwah, Buya Yahya menegaskan, bagi umat yang memiliki utang puasa, agar mendahulukan untuk mengqadha puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
Baca juga:Ini Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Syawal
"Dahulukan bayar utang, karena Allah Maha Kasih, maka akan mendapatkan pahala Syawal. Tapi jangan dibalik meniatkan sunnah, justru utangnya yang tidak dibayar," kata dia dikanal YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Selasa (3/4/2022).
Dia juga mengingatkan agar umat yang sedang mengqadha puasanya tidak mendobelkan niat puasa qadha dengan sunnah Syawal. Sebab, menurut para ulama menggabungkan niat puasa untuk qadha dan sunnah tidak sah.
"Cukup puasa bayar utang saja. Nanti Allah yang akan memberikan pahala Syawalnya," jelas dia.
Mana yang harus didahulukan, apakah puasa enam hari Syawal atau bayar utang Ramadhan?
Pendakwah, Buya Yahya menegaskan, bagi umat yang memiliki utang puasa, agar mendahulukan untuk mengqadha puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
Baca juga:Ini Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Syawal
"Dahulukan bayar utang, karena Allah Maha Kasih, maka akan mendapatkan pahala Syawal. Tapi jangan dibalik meniatkan sunnah, justru utangnya yang tidak dibayar," kata dia dikanal YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Selasa (3/4/2022).
Dia juga mengingatkan agar umat yang sedang mengqadha puasanya tidak mendobelkan niat puasa qadha dengan sunnah Syawal. Sebab, menurut para ulama menggabungkan niat puasa untuk qadha dan sunnah tidak sah.
"Cukup puasa bayar utang saja. Nanti Allah yang akan memberikan pahala Syawalnya," jelas dia.