Dubes Palestina: Rakyat Palestina Sampai Sekarang Berjuang untuk Kemerdekaan
Priyo Setyawan
Selasa, 17 Mei 2022 - 20:04 WIB
Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun membeirkan kuliah Umum di UII, Selasa (17/5/2022). (Foto Dok Humas UII)
Program Studi Hubungan Internasional (PSHI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bekerjasama dengan Kedubes Palestina menyelenggarakan Ambassadorial lecture (kuliah) tamu bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, Selasa (17/5/2022).
Mengusung tema The Future of Palestine: Paving the Way for Sustainable Peace, Zuhair Al Shun dalam kuliah umumnya mengisahkan runutan sejarah konflik Palestina-Israel.
Sejak terjadinya agresi Israel atas tanah Palestina pada tahun 1948, sedikitnya 6,5 juta warga Palestina telah mengungsi ke berbagai belahan dunia.
“Rakyat Palestina sampai sekarang terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan,” katanya, Selasa (17/5/2022).
Baca juga:Jurnalis Islam Bersatu Dorong PBB Jatuhkan Sanksi Berat ke Israel
Namun dia menyayangkan pemberitaan tentang konflik di Palestina yang selama ini tidak tersampaikan dengan baik. Isu pro-Palestina tidak akan disebarkan kecuali lewat platform mereka sendiri.
“Apakah kita akan diam melawan super power atau memiliki kesepakatan bersama untuk mendukung Palestina. Semoga apa yang saya sampaikan disini dapat menjadi prinsip,” harapnya.
Mengusung tema The Future of Palestine: Paving the Way for Sustainable Peace, Zuhair Al Shun dalam kuliah umumnya mengisahkan runutan sejarah konflik Palestina-Israel.
Sejak terjadinya agresi Israel atas tanah Palestina pada tahun 1948, sedikitnya 6,5 juta warga Palestina telah mengungsi ke berbagai belahan dunia.
“Rakyat Palestina sampai sekarang terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan,” katanya, Selasa (17/5/2022).
Baca juga:Jurnalis Islam Bersatu Dorong PBB Jatuhkan Sanksi Berat ke Israel
Namun dia menyayangkan pemberitaan tentang konflik di Palestina yang selama ini tidak tersampaikan dengan baik. Isu pro-Palestina tidak akan disebarkan kecuali lewat platform mereka sendiri.
“Apakah kita akan diam melawan super power atau memiliki kesepakatan bersama untuk mendukung Palestina. Semoga apa yang saya sampaikan disini dapat menjadi prinsip,” harapnya.