Agama Jadi Filter Kendalikan Efek Buruk Sindrom Fomo
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 20 Mei 2022 - 11:37 WIB
Seorang ibu yang mengajarkan buah hatinya membaca Alquran. Foto: Langit7/iStock
Fear of missing out (FOMO) atau takut ketinggalan tren menjadi penyakit mental yang lekat dengan anak muda masa kini. Tren sendiri bersifat tidak tetap atau sewaktu-waktu bisa berubah.
Pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan sindrom fomo ke depannya akan semakin punya derajat yang lebih.
"Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi fitur-fitur yang luar biasa. Maka itu, ke depannya fomo ini memiliki kelas yang lebih tinggi kedepannya," ujar Puji kepada Langit7, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: Awal Sindrom Fomo, Pengamat Sosial: Berasal dari Didikan Orang Tua
Namun, tambahnya hal tersebut tidak akan terjadi jika anak muda mampu memfilter mana yang baik dan buruk bagi mereka.
"Kecuali mereka tidak berpikir secara materialistis, tidak lagi hedon dan lainnya. Disertai dengan adanya filter yang kuat, maka meskipun perkembangan teknologi sudah luar biasa, fomo tetap bisa dikendalikan," ucapnya.
"Tetapi ketika perkembangan teknologi tidak diimbangi dengan kesadaran dan pemahaman agama yang baik saya kira ini akan menjadi semakin membahayakan ke depannya," lanjut dia.
Pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan sindrom fomo ke depannya akan semakin punya derajat yang lebih.
"Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi fitur-fitur yang luar biasa. Maka itu, ke depannya fomo ini memiliki kelas yang lebih tinggi kedepannya," ujar Puji kepada Langit7, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: Awal Sindrom Fomo, Pengamat Sosial: Berasal dari Didikan Orang Tua
Namun, tambahnya hal tersebut tidak akan terjadi jika anak muda mampu memfilter mana yang baik dan buruk bagi mereka.
"Kecuali mereka tidak berpikir secara materialistis, tidak lagi hedon dan lainnya. Disertai dengan adanya filter yang kuat, maka meskipun perkembangan teknologi sudah luar biasa, fomo tetap bisa dikendalikan," ucapnya.
"Tetapi ketika perkembangan teknologi tidak diimbangi dengan kesadaran dan pemahaman agama yang baik saya kira ini akan menjadi semakin membahayakan ke depannya," lanjut dia.