CEO Pinhome: Tren WFH Pengaruhi Sektor Properti
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:38 WIB
Salah satu sudut perumahan di Jakarta. Foto: Langit7/iStock
Pandemi Covid-19 membawa perubahan di hampir semua sisi kehidupan, salah satunya dalam dunia kerja. Di masa pandemi banyak perusahaan yang memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona.
CEO-Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan tren WFH juga berdampak pada duniaproperti. Bahkan, menurut Dara ada lima tren yang mempengaruhi hal tersebut.
Baca juga: Mau Beli Properti? Ada 6 Tahap yang Perlu Dipahami
Sistem WFH membawa tren baru di mana rumah tapak dengan akses transportasi mudah menjadi tipe yang paling dicari. Selain itu, Dara menambahkan, 80 persen konsumen mencari rumah dengan rentang harga di bawah Rp700 juta.
"Sekitar 68 persen milenials mencari rumah di bawah 1,5 miliar. Lebih detail lagi, sebanyak 80 persen mencari rumah di bawah 700 juta,” ujar Dara dalam keterangan yang dikutip Selasa (24/5/2022).
Selanjutnya, tren WFH membuat generasi milenial tidak keberatan tinggal agak jauh dari pusat kota. Terpenting adalah akses transportasi dan jalan tol mendukung.
"Kalau misalkan di Jakarta, (mereka) nggak keberatan tinggal di BODETABEK. Asalkan fasilitas jalannya memadai, baik akses menuju perumahan dan dekat dengan akses transportasi entah itu jalan tol atau busway, MRT, dan KRL,” tuturnya.
CEO-Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan tren WFH juga berdampak pada duniaproperti. Bahkan, menurut Dara ada lima tren yang mempengaruhi hal tersebut.
Baca juga: Mau Beli Properti? Ada 6 Tahap yang Perlu Dipahami
Sistem WFH membawa tren baru di mana rumah tapak dengan akses transportasi mudah menjadi tipe yang paling dicari. Selain itu, Dara menambahkan, 80 persen konsumen mencari rumah dengan rentang harga di bawah Rp700 juta.
"Sekitar 68 persen milenials mencari rumah di bawah 1,5 miliar. Lebih detail lagi, sebanyak 80 persen mencari rumah di bawah 700 juta,” ujar Dara dalam keterangan yang dikutip Selasa (24/5/2022).
Selanjutnya, tren WFH membuat generasi milenial tidak keberatan tinggal agak jauh dari pusat kota. Terpenting adalah akses transportasi dan jalan tol mendukung.
"Kalau misalkan di Jakarta, (mereka) nggak keberatan tinggal di BODETABEK. Asalkan fasilitas jalannya memadai, baik akses menuju perumahan dan dekat dengan akses transportasi entah itu jalan tol atau busway, MRT, dan KRL,” tuturnya.