Tafsir Al-An'am Ayat 39: Berharganya Sebuah Hidayah Allah
Fajar adhitya
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:02 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Surat Al-An'am ayat 39 menyiratkan betapa berharganya hidayah Allah Swt. Mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah tidak berarti telah melemahkan syariat-Nya.
Justru sebaliknya, mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah telah tersesat sejauh-jauhnya. Mereka ibarat orang yang mati panca indranya, tak mampu merasakan nikmatnya hidayah Allah.
Surat Al-An'am ayat 39:
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Baca Juga:MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK
Artinya: "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menerangkan, Allah mengibaratkan para pendusta ayat-ayatNya sebagai seorang tuli bisu sebab mereka tidak mampu menangkap dan memahami kebenaran. Sebab itu pula lidah mereka pun tidak dapat mengutarakan kebenaran.
Justru sebaliknya, mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah telah tersesat sejauh-jauhnya. Mereka ibarat orang yang mati panca indranya, tak mampu merasakan nikmatnya hidayah Allah.
Surat Al-An'am ayat 39:
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Baca Juga:MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK
Artinya: "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menerangkan, Allah mengibaratkan para pendusta ayat-ayatNya sebagai seorang tuli bisu sebab mereka tidak mampu menangkap dan memahami kebenaran. Sebab itu pula lidah mereka pun tidak dapat mengutarakan kebenaran.