LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al-An'am ayat 39 menyiratkan betapa berharganya hidayah Allah Swt. Mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah tidak berarti telah melemahkan syariat-Nya.
Justru sebaliknya, mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah telah tersesat sejauh-jauhnya. Mereka ibarat orang yang mati panca indranya, tak mampu merasakan nikmatnya hidayah Allah.
Surat Al-An'am ayat 39:
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Baca Juga: MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMKArtinya: "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menerangkan, Allah mengibaratkan para pendusta ayat-ayatNya sebagai seorang tuli bisu sebab mereka tidak mampu menangkap dan memahami kebenaran. Sebab itu pula lidah mereka pun tidak dapat mengutarakan kebenaran.
Mereka tersesat dalam kegelapan yang bukan satu kegelapan saja, melainkan zhulumat, beraneka-ragam kegelapan. Yang di dalam batin mereka adalah gelap. Kegelapan batin itulah yang menyebabkan telinga jadi tuli dan lidah jadi kelu.
Baca Juga: Pakar WHO Duga Cacar Monyet Terjadi dari Seks Pria GayDalam Tafsir Kementerian Agama, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Pada firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 179, diuraikan karakteristik mereka, yakni memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, dan mereka memiliki mata tapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah.
Mereka mempunyai telinga, tapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.
Orang-orang yang dikehendaki sesat oleh Allah, maka Allah membiarkan mereka menempuh jalan yang sesat, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mau memahami petunjuk-Nya. Orang-orang yang dikehendaki Allah mendapat taufik, maka Dia menjadikan mereka mengikuti jalan yang lurus, jalan kebenaran, karena mereka memperhatikan, dan memahami ayat-ayat Allah, kemudian mereka amalkan sesuai dengan sunatullah yang berlaku di alam ini.
Baca Juga: Kapolri Sebut Pesta Demokrasi 2024 Akan Lebih Kompleks(zhd)