home lifestyle muslim

Bahaya Dehidrasi saat Berhaji, Linglung hingga Heat Stroke

Jum'at, 17 Juni 2022 - 22:22 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah mengimbau jemaah senantiasa menjaga asupan air minum selama proses ibadah haji. Panasnya cuaca di Arab Saudi bisa membuat tubuh banyak kehilangan cairan atau dehidrasi tanpa sadar.

Tim dokter KKHI Mekkah, Eva Delsi menjelaskan tidak adanya ada penanda biologis saat tubuh terpapar panas saat berhaji bisa membuat jemaah abai untuk minum. Gerah, sebagai salah satu indikator bilogis membuat jemaah Indonesia acapkali tidak sadar tubuhnya sedang mengalami dehidrasi.

Baca Juga:Kulit Tetap Terjaga, Bawa Produk Perawatan Tubuh Ini ke Tanah Suci

"Cuaca di sini memang panas banget dan tidak mengeluarkan keringat, beda dengan di Indonesia yang mana kita bisa merasa gerah. Di sini kita merasa baik baik aja karena tidak ada penanda," kata Eva dalam siaran persnya, Jumat (17/6/2022).

Menurut Eva, kondisi dehidrasi pada tubuh tidak hanya berpengaruh pada kondisi kulit atau bibir yang kering dan pecah-pecah. Dehidrasi dapat mengarah pada kondisi yang lebih gawat, terutama di tengah cuaca yang panas dengan kelembapan yang rendah.

"Kalau kita dehirasi yang terganggu semua sel tubuh, akibatnya mulai dari yang teringan seperti rasa mual, kulit terasa kering, sampai dengan bergejala berat seperti delirium (berperilaku seperti orang bingung) sampai dengan terjadinya heat strokeyang ditandai gangguan kesadaran atau pingsan. Itu yang kita mau hindari,"ungkapnya.

Baca Juga:Anti Ribet, Tips Berpakaian Jemaah Wanita saat Haji dan Umrah
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
cuaca ekstrem haji dehidrasi heat stroke
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya