Gus Baha Pilih Ikut Waktu Idul Adha Pemerintah, Ini Alasannya
Muhajirin
Kamis, 07 Juli 2022 - 15:32 WIB
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha (foto: NU Online)
Jemaah haji sudah melakukan ibadah wukuf di Arafah pada 8 Juli 2022 M atau 9 Dzulhijjah 1443 H. Secara syariat, maka pada Sabtu, 9 Juli atau 10 Dzulhijjah shalat Idul Adha bisa digelar.
Namun, ada perbedaan penetapan bulan qamariyah antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Akibatnya, Indonesia menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022.
Lalu, apakah boleh perayaan Idul Adha Arab Saudi dan Indonesia berbeda? KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan, mathla' setiap tempat atau negara berbeda.
“Jadi, kalau mathla'-nya beda, itu tidak bisa disamakan,” kata Gus Baha di kanal Santri Gayeng, dikutip Kamis (7/7/2022). Mathla' merupakan kajian terhadap terbitnya hilal untuk penentuan awal bulan qamariyah.
Baca Juga: Tanya Jawab UAS dan Jemaah Soal Perbedaan Waktu Idul Adha
Namun, ada perbedaan penetapan bulan qamariyah antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Akibatnya, Indonesia menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022.
Lalu, apakah boleh perayaan Idul Adha Arab Saudi dan Indonesia berbeda? KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan, mathla' setiap tempat atau negara berbeda.
“Jadi, kalau mathla'-nya beda, itu tidak bisa disamakan,” kata Gus Baha di kanal Santri Gayeng, dikutip Kamis (7/7/2022). Mathla' merupakan kajian terhadap terbitnya hilal untuk penentuan awal bulan qamariyah.
Baca Juga: Tanya Jawab UAS dan Jemaah Soal Perbedaan Waktu Idul Adha